Xtremer Bien 3, STB Rumahan yang Bisa Langsung Dipake di Mobil

Sejak bergulirnya era tv digital di Indonesia, banyak sekali pabrikan yang mengeluarkan varian STB, dengan segala kelebihan dan kekurangan fasilitasnya. Seperti pabrikan Xtremer yang kali ini mengeluarkan seri terbaru yaitu STB DVB-T2   Bien 3.

Saya akan coba review Xtremer Bien 3 ini, tidak seperti seri bien 1 dan bien 2 di mana input power dari dvb adalah listrik AC 220. sedangkan pada bien 3 ini, input power didapatkan dari adaptor dc 12 volt. Jadi apabila ingin digunakan di mobil, dvb ini bisa langsung digunakan karena input power nya sudah 12 volt.

Berikut beberapa perbandingan antara dvb bien 1, bien 2 dan bien 3 :

IMG_20161125_134705.jpg

Box Bien 3

IMG_20161125_134818.jpg

Isi Box Bien 3 : Unit dvb, remote, kabel HDMI, Adaptor, battery, manual book

IMG_20161125_090019.jpg

img_20161125_085910

IMG_20161125_085947.jpg

IMG_20161125_090223.jpg

Perbandingan Remote

IMG_20161125_090420.jpgadaptor 12

IMG_20161125_091105.jpgsudah onstaIMG_20161125_091125.jpg

start up

IMG_20161125_091131.jpgmenu awal

IMG_20161125_091147.jpgmenu searching

IMG_20161125_091156.jpgmenu utama, lebih seger tampilannya

IMG_20161125_091203.jpgmenu ubah siaran

IMG_20161125_091215.jpgmenu instalasi

IMG_20161125_091225.jpgmenu pengaturan sistem

IMG_20161125_091236.jpgmenu alat

IMG_20161125_095628.jpgmenu permainanIMG_20161125_091225.jpgimg_20161125_100041menu media

IMG_20161126_091219.jpgbagian dalam-1

IMG_20161126_091610.jpgbagian dalam-2

Dari beberapa hal dapat ditarik kesimpulan mengenai bien 3 ini :

  • unit lebih kecil dan slim
  • menu tampilan lebih segar
  • input power menggunakan adaptor sehingga memungkinkan untuk langsung digunakan di kendaraan/mobil
  • penerimaan lebih baik daripada bien 2.
  • harga relatif murah

berikut tips pemasangan di kendaraan

  • gunakan lighter adaptor 12 volt atau kalo nggak punya potong kabel dan langsung sambung ke aki.
  • gunakan antena digital 25/ 30 dbiIMG_20161125_090454.jpg

IMG_20161125_090505.jpglighter adaptor 12 volt

img_20161125_090454colokan yang sama antara lighter dan adaptor bawaan

IMG_20161126_082401.jpg

pemasangan di mobil

Jadi bagi yang ingin menikmati tv digital di mobil skr dapat langsung menggunakan xtremer bien 3, tanpa perlu modif-modif input power lagi. untuk dvb dan antena bisa dibeli di toko-toko online terdekat.

Iklan

Signal EMTEK (SCTV, Indosiar, O Channel) makin kuat

Setelah hampir semua tv nasional memancar secara digital di Jabodetabek (kecuali Net-TV), beberapa hari ini dirasakan siaran dari Emtek Group (SCTV, Indosiar, O Channel) di frekuensi 648 MHZ semakin menguat. Hal ini saya buktikan dengan tertangkapnya siaran mereka dari garasi rumah saya di seputaran Pondok Gede hingga tempat kerja di BSD siaran bisa diterima tanpa terputus. Bahkan menurut salah satu rekan saya, SCTV bisa diterima sampai Cikarang.

Emtek Digital

Hal ini tentu menggembirakan bagi yang sering menonton TV di mobil, karena siaran dapat diterima dengan jernih tanpa terputus, bahkan saya coba dengan mobil kecepatan 100 km/jam pun siaran masih tetap lancar tanpa terputus-putus.

Semoga siaran digital yang lain segera menyusul untuk memperkuat jangkauan siarannya.

Bravo TV Digital

Modifikasi STB DVB T2 Xtremer untuk Digunakan di Mobil

Sebenarnya sudah lama saya ingin memiliki Set Top Box/STB atau sering orang menyebut tuner tv digital. Pada awal mula tv digital diperkenalkan di Indonesia, saya sudah sempat punya stb tv digital yang masih menggunakan standard DVB-T1, akan tetapi sekarang pemerintah telah menetapkan menggunakan standar DVB-T2 untuk penyiaran TV digital di Indonesia, walau TVRI sendiri sekarang masih menggunakan standar DVB-T1. Jadi sebenarnya tuner yang pernah saya miliki masih bisa menangkap siarang digital tv milik pemerintah tersebut.

Karena penasaran dengan pemberitaan bahwa tv digital yang berstandar DVB-T2 sudah mulai tayang di beberapa kota, akhirnya saya mencari sebuah STB DVB-T2. Niatnya sih sebenarnya pengen dipasang di mobil karena kalo lihat TV analog di mobil selalu tidak jelas alias banyak perang semutnya. Sempat mencari lewat ebay STB untuk di mobil tapi kok harganya lumayan tinggi dan terpaksa dibatalkan untuk membeli tuner khusus untuk mobil.

Kemudian saya browsing, ternyata di jakartanotebook jual STB TV Digital produk dari Xtremer. Di sana ada beberapa tipe DVB Xtremer. Dari yang seri BIEN seharga Rp. 255.900 dan Seri DVB-T2 seharga Rp. 339.900. Iseng-iseng berhadiah akhirnya saya beli Seri DVB-T2, kalo memang bisa dioprek dan pasang di mobil ya syukur, kalo nggak bisa ya pasang di rumah saya. Untuk Review DVB-T2 Bien dapat melihat di blog nya om MantuGaul. Di pasaran sendiri sudah ada beberapa merek STB DVB-T2 seperti skybox, Gadmei dan Polytron.

Setelah STB datang, coba pasang di rumah terlebih dahulu, dan ternyata hasilnya cukup memuaskan. Beberapa stasiun seperti SCTV, Indosiar, Metrotv, TVRI, Trans7, TV7, Berita Satu dapat tertangkap dengan baik di seputaran Pondok Gede. Sekarang saatnya untuk membongkar dalaman isi dari STB ini. Terlebih dahulu kasih peringatan nih, bahwa proses modifikasi ini adalah membongkar segel, jadi otomatis garansi hilang alias hangus ya.. jadi ini resikonya ya ingat..ingat…Xtremer DVB-T2

Inilah bentuk Extremer DVB-T2.

Bagian Dalam

Bagian dalam STB

Untuk Memodifikasi STB agar bisa digunakan di mobil diperlukan alat-alat sebagai berikut :

– Catu Daya DC 5 Volt (Dalam hal ini saya mengambil power dari USB Port Suzuki Ertiga)

– Conector Female – Male

– Kabel USB yang sudah tidak terpakai

– Solder dan timah

Alat yang dibutuhkan

Yang perlu diperhatikan bahwa daya listrik yang diperlukan untuk mengoperasikan STB ini adalah 5 Volt. Anda bisa mengambil catu daya dari USB Port (biasanya mobil terbaru sudah dilengkapi USB Port) atau bisa menggunakan Cigarrete Charger HP yang keluaran 5 Volt.

pin USB

Adapun cara menghubungkan kabel ke STB adalah seperti gambar di bawah ini, kabel positif dari USB (merah/port 1)  dihubungkan ke kaki kapasitor Positif, dan kabel Negatif  USB (hitam/Port 4) dihubungkan ke kaki negatif).

Input DC

Atau bisa dari Kaki dioda sebelum transistor seperti gambar di bawah ini :

Sambungan di dioada

Jangan lupa siapkan antena untuk TV digital juga dipasang, kebetulan masih punya antena tapi kayaknya kekuatannya masih kecil sekitar 1.5 dbi, kemaren sudah order yang punya dbi gede di jaknot juga, tunggu saja review berikutnya.

Antena TV Digital

Jika semua sudah tersambung, kabel USB dapat langsung dihubungkan ke Port USB.

Terpasang

Dan akhirnya TV Digital bisa on air di mobil saya dan bisa jadi teman nonton TV di kala kemacetan.

Berikut beberapa screen shoot TV Digital di mobil saya

SCTV

Siaran SCTV di seputaran Ratna JatiKramat Bekasi

Metro TV

MetroTV di Seputaran Jorr Lebak Bulus kecepatan 70 km

berita Satu

Berita Satu di seputaran BSD

Selain bisa digunakan untuk tuner TV, STB ini juga bisa digunakan untuk memutar film berformat MKV, atau mp4. Jadi ketika nggak dapat siaran TV digital, bisa tetap digunakan untuk menonton film.

with Flash Disk

Play MP4Playing MP4 File

Sebagai penutup, akhirnya dengan menggunakan STB Xtremer yang sebenarnya buat rumahan, dengan sedikit trick akhirnya kita bisa menggunakan STB tersebut untuk digunakan di mobil. Semoga tips ini bermanfaat.. amiin..

Duduk manis

Merubah HU Skeleton D319G menjadi berOS Android

Sistem operasi Android memang sudah semakin banyak digunakan dari handphone, tablet bahkan sudah memasuki alat-alat rumah tangga juga sudah mendukung sistem operasi yang dikembangkan oleh Google. Di dunia otomotif juga tidak ketinggalan, beberapa pabrikan sudah mengaplikasikan sistem operasi android pada produk head unitnya.

Tapi kali ini penulis hanya akan memperdayakan head unit Skeleton menjadi sebuah head unit berbasis Android, sebenarnya cara sangat simple, hanya membutuhkan beberapa buah peralatan antara lain :

– Android dapat berupa handphone atau tablet yang mendukung menampilkan ke layar penampil seperti layar LCD atau proyektor, penulis menggunakan Samsung Tablet Generasi pertama. Jadi prinsipnya mirroring saja. semua control dilakukan dari tablet.

– Kabel AV dari tablet

– Kabel AV biasa yang merah, putih, kuning.

– Hub kabel AV jenis Female-Female.

Caranya tinggal hubungkan saja kabel AV dari Tablet ke Hub AV. Kabel dari Head unit juga dimasukkan ke Hub. kemudian Head Unit di set ke AUX. Untuk Head Unit Skeleton posisi port AV ada dibelakang Head unit.

Keuntungan dari cara ini adalah :

1. Murah meriah karena hanya memanfaatkan tablet yang sudah dipunyai

2. Bisa setel video dari youtube dan play file-file film mp4 dan mkv tanpa convert (hanya install player di android yang sesuai)

Kabel AV+HUB AV+Tablet

Mirroring Tablet+Head Unit

Bisa Facebookan

Decoder Baru Aora TV

image

sudah hampir 10 hari decoder tv langganan kami di rumah Aora TV tidak dapat menangkap siaran yang disebabkan perubahan demodulasi yang tadinya DVB-S menjadi DVB-S2 sehingga decoder lama merek Thomson tidak dapat digunakan lagi. Saya langsung menghubungi kontak customer service Aora dan dijanjikan mereka akan segera mengganti decoder lama saya.
Karena sampai hari Sabtu kemarin decoder baru belum datang juga, maka saya mencoba menghubungi teknisi yang dulu memasang di rumah kami. Dan mereka ternyata segera menindaklanjuti mengganti decoder sehingga malam ini decoder baru sudah ada di rumah dan kita dapat menikmati tayangan Aora TV lagi.
Decoder yang baru dari Aora bermerek Homecast. Decoder ini mempunyai output lebih sedikit daripada decoder merek Thomson, yaitu cuma RCA (Kabel video kuning dan audio merah putih). Walaupun output minim tapi software lebih lengkap karena sekarang ada EPG (Electronic Program Guide, dan favorite channel Presetting, parental control, On Screen Texting dan Bmail Cabaple

Daftar Paket Voucer Telkomvision terbaru

Selain berlangganan Aora, saya juga berlangganan TV Berbayar Telkomvision yang menggunakan sistem voucer prabayar, bukan yang abonemen bulanan. Keuntungan menggunakan kartu voucer yang prabayar adalah kita tidak usah membayar biaya bulanan dan bisa memilih paket yang kita inginkan dengan bebas. Kalo tidak mau buat nonton juga bisa nggak usah diisi..hehehe..

Telkomvision merupakan TV berbayar satelit yang dikelola oleh PT. Telkom. Selain Telkomvision, PT. Telkom juga mengoperasikan YessTV yang sama-sama dipancarkan dari Satelit Telkom Satu (108 ). Jika melihat website telkomvision, daftar paket voucer yang ditawarkan kurang begitu jelas. Sedangkan Voucer telkomvision bisa dibeli melalu online store Gudang Voucer.

Mulai 26 Januri 2011, telkmovision mengeluarkan daftar paket barunya untuk paket prabayar :

A. Paket Pelangi Rp. 40.000 (MGM, Celestial Movie, Star Movies, TV Nasional).

B. Paket Pendidikan Rp. 50.000 (Cartoon Network, JimJam, National Geographic, Discovery Channel, Animal Planet, Nat Geo Adventure, Nat Geo Wild, Alif TV, TV Nasional).

C. Paket Hemat Rp. 60.000 (StarMovies, MGM, StarWorld, Channel V, E! Entertainment, Cartoon Network, JimJam, Asian Food Channel, FX, Fox, Fox Crime,Animal Planet, National Geographic , Nat Geo Adventure, Nat Geo Wild, BBC World, CNN Intl, CNBC Asia, Alif TV, TV Nasional)

D. Paket Olah Raga Rp. 75.000 (Starspor, ESPN, Telkomvision, Goal TV1, Goal TV2, TV Nasional).

E. Paket Fim Rp. 85.000 (HBO, HBO signature, Cinemax, TV National)

F. Paket Bintang Rp. 50.000 (AXN, AXN Beyond, Animax, Disney, Playhouse Disney, Star Movies, TV Nasional).

G. Paket Sportif Rp. 140.000 (DIVA Universal, MGM, Star Movies, Celestial Movies, Star Sport, ESPN, Nat Geo Adventure, Disc. Turbo, CNN, BBC World, CNBC Asia, National Geographic, Discovery Channel, Animal Planet, Goal TV1, Goal TV2, Nat Geo Wild, Channel V, FX, Telkom Vision, Alif TV, TV National).

H. Paket Combo Rp. 250.000 (HBO, HBO signature, Cinemax, Star Movies, Celestial Movie, DIVA Universal, ESPN, Star Sport, Star World, Nat Geo Adventure, National Geographic, Discovery Channel, Discovery Turbo, TLC, Animal Planet, Channel V, JIMJAM, Cartoon Network, Telkom Vision, CNN Intl. BBC World, Goal TV1, Goal TV2, CNBC Asia, Nat Geo Wild, E! Entertainment, Fox Crime, Fox, FX, Asian Food Channel, Alif TV, TV Nasional).

Jika dilihat, ada beberapa penurunan harga, misalnya pake combo yang tadinya Rp. 300 ribu sekarang menjadi Rp. 250 ribu. Mungkin penurunan harga ini akibat persaingan TV berbayar yang semakin ketat, karena tidak lama lagi akan muncul TV berbayar baru dengan tarif yang cukup kompetitif. dengan kualitas High Definition.