Dirgahayu Kab. Batang Ke-50

12931051_525576497613255_8782060461034979818_n

Batang sebuah kota kecil yang terletak di jalur pantura dan merupakan kota termuda di provinsi Jawa Tengah hari ini tengah merayakan hari jadi emas  yang ke-50. Kabupaten yang merupakan pecahan dari Pekalongan terbentuk pada tanggal 8 April 1966.

Sebagai kota yang terbilang kecil, akhir-akhir ini kota Batang menjadi sorotan di publik Indonesia, tentunya dikarenakan sosok kepimpinan bupati Yoyok Riyo Sudibyo  yang muda dan penuh keterbukaan. Berbagai hal selalu digembar-gemborkan keterbukaan dan transparasi terutama di sektor anggaran belanja daerah.

Rumah bupati yang terletak di depan alun-alun menjadi area publik di mana pintu gerbang terbuka bagi siapa saja yang ingin masuk ke rumah dinas tersebut. Selain itu banyak prestasi yang ditorehkan antara lain dianugerah kannya Bung Hatta  Anti Corruption Award kepada Bapak Yoyok yang dinilai sebagai kepala daerah yang pro anti korupsi. Bahkan sekarang Pak Yoyok makin sering diundang oleh stasiun tv nasional dalam rangka berbagi pengalamannya dalam memimpin kota Batang

Semoga di usia yang ke-50 Batang semakin berkembang, terutama dengan adanya proyek PLTU, Pelabuhan Niaga Batang dan jalan toll yang akan membuat perekonomian di kota Batang akan semakin berkembang.

Dirgahayu Kabupaten Batang ke-50

 

 

 

Iklan

Premium tersedia (lagi) di rest area toll

Per 1 Januari 2015, pemerintah telah mengumumkan harga bbm terbaru menyusul adanya penurunan harga minyak dunia. Pengumuman pemerintah tersebut sekaligus mencabut subsidi bbm.

Dengan adanya kebijakan tersebut maka spbu di rest area toll sudah boleh menjual premium kembali, setelah sebelumnya ada kebijakan bahwa SPBU di rest area toll tidak boleh menjual bensin subsidi premium. Adanya pelarangan tersebut menyebabkan mobil yang mampir ke rest area sungguh berkurang, mereka mampir hanya untuk ke toilet atau mengambil uang di atm.

Semoga dengan adanya kebijakan memperbolehkan SPBU di rest area jualan premium akan membuat rest area menjadi meriah kembali

Selamat Jalan om Denny Sakrie

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun..

Tanggal 3 Januari 2015, Indonesia kehilangan lagi seorang sosok pengamat dan pemerhati musik Indonesia yaitu seorang Hamdhan Syukrie yang biasa dikenal dengan nama Denny Sakrie.

Beliau merupakan penyiar radio, musisi, penulis, pengkritisi dan kolektor piringan hitam musisi-musisi Indonesia. Beliau meninggal dalam usia 51 tahun dikarenakan serangan jantung dan meninggal dalam perjalanan ke RS Siloam Karawaci.

Tentu dunia musik Indonesia merasa kehilangan akan sosok beliau, yang sangat perhatian sekali akan sejarah musik Indonesia. Entah firasat atau bukan dalam twitter, beliau sempat menquote salah satu statement dr Steve Jobs “If today were the last day of my life  would I want to do what I’m about to do today-Steve Jobs”

image

Saya pernah sekali berjumpa ketika acara launching Album Vinyl D’Masiv Hidup Lebih Indah di Monka Magic Kemang. Beliau sosok yang ramah dan selalu berbagi informasi mengenai musik Indonesi, yang dibaginya lewat sosial media baik twitter, Instagram maupun path nya.

image

Selamat jalan Om Denny Sakrie, semoga engkau tenang di sisi Allah SWT, diampuni segala kesalahannya dan mendapat tempat yg layak di sisi Nya amiin..

Dua kali Maulid Nabi Muhammad dalam 2015

Hari ini bertepatan tanggal 3 Januari 2013, bertepatan tgl 12 Rabiul Awal yg diperingati sebagai Hari Maulid atau kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dan tahun 2015 ini ternyata peringatan Maulid nabi Muhammad akan diperingati dua kali, yaitu pada tanggal 24 Desember 2015 akan diperingati juga Maulid Nabi 12 Rabiul Awal 1437 H.

Beberapa kalender mungkin belum mewarnai merah tgl 24 Desember 2015 sebagai hari besar atau hari libur nasional. Mungkin masih memakai patokan hari libur yg lama yang dikeluarkan oleh pemerintah. Akan tetapi sebenarnya pemerintah telah mengeluarkan SK Hari Libur 2015 yang telah direvisi yang dapat dilihat di sini.  Jadi di bulan Desember liburnya akan nambah di tanggal 24 Desember 2015.

Selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW..

Siapa Sebenarnya yang Pertama Berlayar dari Amerika-Indonesia ?

Belum lama ini Museum Rekor Indonesia (MURI) memberi penghargaan kepada Rob Rambini (52 tahun) sebagai orang Indonesia pertama yang berhasil mengarungi samudra dari California Amerika Serikat hingga Bali. Penghargaan Muri Nomor 4810/R.MURI/IV/2011 itu, diserahkan oleh perwakilan museum tersebut kepada Rob Rambini, disaksikan Direktur Jenderal Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar di Pelabuhan Serambi Mariana Benoa, Kota Denpasar, Bali, Minggu (3/4/11) dini hari.

Rob Rambini yang mempunyai nama asli Mahindra Wondowisastro telah berlayar dari California ke Hawaii mulai 8 Mei 2011, kemudian melaju melalui Kepulauan Solomon, Vanuatu dan Karang Laut, lalu ke Port Moresby, Papua New Guinea. Dia meninggalkan Port Moresby, 12 November 2010. Berlayar melalui perairan Indonesia, Rob Rambini mendarat selama sehari di Pulau Tanimbar, Saumlaki untuk memasok persediaan perbekalan. Perjalanan selama kurang lebih 11 bulan  tersebut dibiayai dengan biaya sendiri dan tak kurang merogoh kocek Rp 250 juta.

Berita tentang diraihnya rekor MURI oleh Rob Rambini sebenarnya menggelitik saya untuk mencari informasi siapa sebenarnya yang pernah melakukan pelayaran secara solo mengarungi samudera dari Amerika ke Indonesia, karena pada waktu SMA saya pernah membaca artikel di Majalah Remaja HAI yang menceritakan tentang petualangan yang sama oleh orang Indonesia yang berlayar dari Amerika ke Indonesia. Yang saya ingat dahulu bahwa yang melakukan pelayaran tersebut adalah kakak dari Photografer Majalah Hai Firdaus Fadlil. Dan setelah berhasil mendapat email dari Mas Firdaus, saya menanyakan hal tersebut dan ternyata benar kakak dia yang bernama Fazham Fadlil dulu telah melakukan pelayaran solo dari New York Amerika ke Indonesia.

Setelah di google dengan kata Kunci Fazham Fadlil, ternyata memang benar bahwa beliau telah melakukan pelayaran dari Amerika ke Indonesia pada tahun 1992-1993. Fazhim Fadlil yang sering dipanggil Sam telah menetap selama 20 tahun di New York dan memulai pelayaran pada tahun 26 Desember 1992. Pelayaran pertama tersebut mengalami kegagalan karena kapal mengalami kerusakan dan kembali ke New York pada 6 Januari 1993.

Walaupun pelayaran pertama tersebut mengalami kegagalan tapi Sam tidak kapok, pada tanggal 28 Juni 1993, dia berangkat lagi untuk berlayar mengarungi samudera. Rute yang dipilih dari Samudra Atlantik, Laut Karibia, Terusan Panama kemudian masuk pada lautan paling luas di dunia, Samudra Pasifik. Untuk memasuki Indonesia direncanakan masuk ke Selat Torres atau Selat Sulawesi.

Kisah pelayaran tersebut ditulis dalam sebuah buku yang berjudul : Mengejar Pelangi Di Balik Gelombang : Kisah Pelayaran Putra Indonesia Seorang Diri Menggunakan Perahu Layar terbitan Unri Press. Fazham Fadlil mempunyai banyak kisah pelayaran lainnya. untuk mengetahui kisah hidupnya dapat melihat di web beliau disini.

Dari kisah Sam di atas harusnya yang berhak meraih rekor melakukan pelayaran secara solo adalah Fazham Fadlil karena dia telah melakukan pelayaran solo terlebih dahulu daripada Rob Rambini. Mungkin waktu Sam melakukan pelayaran tersebut Museum Muri belum ada dan media belum banyak seperti sekarang. Meskipun Sam tidak meraih MURI tapi pasti beliau dan keluarga besarnya masih bangga akan petualangan tersebut, karena rekor MURI yang bukan dia kejar tapi Pelangi yang dikejar. Akan tetapi kita bangga akan kedua petualang tersebut, bagaimanapun juga nenek moyang Bangsa Indonesia adalah pelaut dan mereka mewarisi jiwa pelaut nenek moyang kita.

Selamat Ulang Tahun Kabupaten Batang ke 45

Tidak terasa Kabupatan Batang, sebagai tanah kelahiran saya sudah menginjak usia ke 45 tahun. Kabupaten Batang yang semula menjadi bagian dari Kawedanan Pekalongan akhirnya memisahkan diri pada hari Jumat Kliwon 8 April 1966. Kabupaten termuda di Jawa Tengah ini sekarang mempunya 15 kecamatan dan dipimpin oleh Bupati Bambang Bintoro.

Walaupun saya sudah kurang lebih 11 tahun meninggalkan Batang sebagai kota kelahiran untuk merantau ke Jakarta, akan tetapi Kota Batang masih menyisakan banyak kenangan, di sana masih banyak teman dari SD, SMP dan SMA. Memang perkembangan perekonomian di Kota Batang agak lambat karena memang terlalu dekat dengan kota Pekalongan, jadi banyak pusat pertokoan ada di Kota Pekalongan. Memang dulu ada wacana pemindahan ibukota Kabupaten Batang ke kecamatan Limpung tapi hingga saat ini hal tersebut belum terlaksana. Perekonomian Batang masih ditopang dari sektor perikanan dan pertanian.

Dari sektor pariwisata juga masih perlu digarap, Obyek wisata di Batang sangat sedikit, paling hanya pantai Sigandu. Dulu Obyek Wisata THR Kramat lumayan banyak pengunjung akan tetapi sekarang sangat memprihatinkan.  Semoga kedepannya Pemda Batang dapat lebih menggarap sektor pariwisata di Kota Batang.

Selamat Ulang Tahun Kota Batang yang ke 45, semoga di usia yang sudah cukup matang ini akan lebih membawa kemakmuran bagi rakyat kota Batang. Dan semoga pilkada Kabupaten Batang yang tidak lama lagi akan diadakan akan terpilih Bupati Batang yang dapat memajukan dan mensejahterakan Kota Batang.

Selamat Jalan Bapak Jacub Rais, Bapak Geodesi Indonesia

Bagi orang yang mengeluti profesi/dunia survey dan pemetaan atau geomatika pasti tidak asing lagi dengan sosok yang bernama Prof Jacub Rais. Dialah yang meletakkan sendi-sendi ilmu Geodesi dan Geomatika di Indonesia. Sosok seorang surveyor sejati sampai akhir hayatnya masih mengabdikan diri pada ilmu geodesi. Sang Maestro Geodesi itu tadi siang 28/3/2011 pukul 12.30  telah berpulang ke rahmatullah di kediaman beliau di Jalan Kemang Utara 2C No 4. Rencana beliau akan dimakamkan di TPU Karet hari Selasa 29/3/2011 pukul 09.00 berangkat dari kediaman beliau.

Prof Jacub Rais dilahirkan di Sabang pada tanggal 18 Juni 1928 merupakan seorang Guru Besar Emeritus ITB. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Bakosurtanal periode 1984-1994. Beliaulah juga yang merintis Pendidikan Geodesi di ITB dan UGM. Bahkan di masa senjanya pun beliau masih aktif di Geodesi dan Geomatika.

Bagi yang tertarik membaca autobiografi Pak Jacub Rais dapat dibaca pada : http://www.iagditb.net/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=43&Itemid=53

Selamat jalan Prof. Jacub Rais, Jasamu di bidang Geodesi dan Geomatika tidak akan bisa kamu lupakan, Semoga Beliau diampuni segala dosanya dan  Tenang di Sisi Sang Pencipta amiin..