DVB-T2 Xtremer Bien2 Buat di Mobil

For Sale :

DVB-T2 Xtremee Bien2 sudah dimodif untuk digunakan di mobil.

Harga :
A. DVB+antena 30 dbi = Rp. 480.000
B. DVB+ antena 25 dbi = Rp. 460.000

Harga blm termasuk ongkos kirim

image

image

image

Iklan

Premium tersedia (lagi) di rest area toll

Per 1 Januari 2015, pemerintah telah mengumumkan harga bbm terbaru menyusul adanya penurunan harga minyak dunia. Pengumuman pemerintah tersebut sekaligus mencabut subsidi bbm.

Dengan adanya kebijakan tersebut maka spbu di rest area toll sudah boleh menjual premium kembali, setelah sebelumnya ada kebijakan bahwa SPBU di rest area toll tidak boleh menjual bensin subsidi premium. Adanya pelarangan tersebut menyebabkan mobil yang mampir ke rest area sungguh berkurang, mereka mampir hanya untuk ke toilet atau mengambil uang di atm.

Semoga dengan adanya kebijakan memperbolehkan SPBU di rest area jualan premium akan membuat rest area menjadi meriah kembali

Modifikasi STB DVB T2 Xtremer untuk Digunakan di Mobil

Sebenarnya sudah lama saya ingin memiliki Set Top Box/STB atau sering orang menyebut tuner tv digital. Pada awal mula tv digital diperkenalkan di Indonesia, saya sudah sempat punya stb tv digital yang masih menggunakan standard DVB-T1, akan tetapi sekarang pemerintah telah menetapkan menggunakan standar DVB-T2 untuk penyiaran TV digital di Indonesia, walau TVRI sendiri sekarang masih menggunakan standar DVB-T1. Jadi sebenarnya tuner yang pernah saya miliki masih bisa menangkap siarang digital tv milik pemerintah tersebut.

Karena penasaran dengan pemberitaan bahwa tv digital yang berstandar DVB-T2 sudah mulai tayang di beberapa kota, akhirnya saya mencari sebuah STB DVB-T2. Niatnya sih sebenarnya pengen dipasang di mobil karena kalo lihat TV analog di mobil selalu tidak jelas alias banyak perang semutnya. Sempat mencari lewat ebay STB untuk di mobil tapi kok harganya lumayan tinggi dan terpaksa dibatalkan untuk membeli tuner khusus untuk mobil.

Kemudian saya browsing, ternyata di jakartanotebook jual STB TV Digital produk dari Xtremer. Di sana ada beberapa tipe DVB Xtremer. Dari yang seri BIEN seharga Rp. 255.900 dan Seri DVB-T2 seharga Rp. 339.900. Iseng-iseng berhadiah akhirnya saya beli Seri DVB-T2, kalo memang bisa dioprek dan pasang di mobil ya syukur, kalo nggak bisa ya pasang di rumah saya. Untuk Review DVB-T2 Bien dapat melihat di blog nya om MantuGaul. Di pasaran sendiri sudah ada beberapa merek STB DVB-T2 seperti skybox, Gadmei dan Polytron.

Setelah STB datang, coba pasang di rumah terlebih dahulu, dan ternyata hasilnya cukup memuaskan. Beberapa stasiun seperti SCTV, Indosiar, Metrotv, TVRI, Trans7, TV7, Berita Satu dapat tertangkap dengan baik di seputaran Pondok Gede. Sekarang saatnya untuk membongkar dalaman isi dari STB ini. Terlebih dahulu kasih peringatan nih, bahwa proses modifikasi ini adalah membongkar segel, jadi otomatis garansi hilang alias hangus ya.. jadi ini resikonya ya ingat..ingat…Xtremer DVB-T2

Inilah bentuk Extremer DVB-T2.

Bagian Dalam

Bagian dalam STB

Untuk Memodifikasi STB agar bisa digunakan di mobil diperlukan alat-alat sebagai berikut :

– Catu Daya DC 5 Volt (Dalam hal ini saya mengambil power dari USB Port Suzuki Ertiga)

– Conector Female – Male

– Kabel USB yang sudah tidak terpakai

– Solder dan timah

Alat yang dibutuhkan

Yang perlu diperhatikan bahwa daya listrik yang diperlukan untuk mengoperasikan STB ini adalah 5 Volt. Anda bisa mengambil catu daya dari USB Port (biasanya mobil terbaru sudah dilengkapi USB Port) atau bisa menggunakan Cigarrete Charger HP yang keluaran 5 Volt.

pin USB

Adapun cara menghubungkan kabel ke STB adalah seperti gambar di bawah ini, kabel positif dari USB (merah/port 1)  dihubungkan ke kaki kapasitor Positif, dan kabel Negatif  USB (hitam/Port 4) dihubungkan ke kaki negatif).

Input DC

Atau bisa dari Kaki dioda sebelum transistor seperti gambar di bawah ini :

Sambungan di dioada

Jangan lupa siapkan antena untuk TV digital juga dipasang, kebetulan masih punya antena tapi kayaknya kekuatannya masih kecil sekitar 1.5 dbi, kemaren sudah order yang punya dbi gede di jaknot juga, tunggu saja review berikutnya.

Antena TV Digital

Jika semua sudah tersambung, kabel USB dapat langsung dihubungkan ke Port USB.

Terpasang

Dan akhirnya TV Digital bisa on air di mobil saya dan bisa jadi teman nonton TV di kala kemacetan.

Berikut beberapa screen shoot TV Digital di mobil saya

SCTV

Siaran SCTV di seputaran Ratna JatiKramat Bekasi

Metro TV

MetroTV di Seputaran Jorr Lebak Bulus kecepatan 70 km

berita Satu

Berita Satu di seputaran BSD

Selain bisa digunakan untuk tuner TV, STB ini juga bisa digunakan untuk memutar film berformat MKV, atau mp4. Jadi ketika nggak dapat siaran TV digital, bisa tetap digunakan untuk menonton film.

with Flash Disk

Play MP4Playing MP4 File

Sebagai penutup, akhirnya dengan menggunakan STB Xtremer yang sebenarnya buat rumahan, dengan sedikit trick akhirnya kita bisa menggunakan STB tersebut untuk digunakan di mobil. Semoga tips ini bermanfaat.. amiin..

Duduk manis

Merubah HU Skeleton D319G menjadi berOS Android

Sistem operasi Android memang sudah semakin banyak digunakan dari handphone, tablet bahkan sudah memasuki alat-alat rumah tangga juga sudah mendukung sistem operasi yang dikembangkan oleh Google. Di dunia otomotif juga tidak ketinggalan, beberapa pabrikan sudah mengaplikasikan sistem operasi android pada produk head unitnya.

Tapi kali ini penulis hanya akan memperdayakan head unit Skeleton menjadi sebuah head unit berbasis Android, sebenarnya cara sangat simple, hanya membutuhkan beberapa buah peralatan antara lain :

– Android dapat berupa handphone atau tablet yang mendukung menampilkan ke layar penampil seperti layar LCD atau proyektor, penulis menggunakan Samsung Tablet Generasi pertama. Jadi prinsipnya mirroring saja. semua control dilakukan dari tablet.

– Kabel AV dari tablet

– Kabel AV biasa yang merah, putih, kuning.

– Hub kabel AV jenis Female-Female.

Caranya tinggal hubungkan saja kabel AV dari Tablet ke Hub AV. Kabel dari Head unit juga dimasukkan ke Hub. kemudian Head Unit di set ke AUX. Untuk Head Unit Skeleton posisi port AV ada dibelakang Head unit.

Keuntungan dari cara ini adalah :

1. Murah meriah karena hanya memanfaatkan tablet yang sudah dipunyai

2. Bisa setel video dari youtube dan play file-file film mp4 dan mkv tanpa convert (hanya install player di android yang sesuai)

Kabel AV+HUB AV+Tablet

Mirroring Tablet+Head Unit

Bisa Facebookan

Jalan-jalan awal tahun ke Bumi Kartini

Pantai KartiniSaya akan bercerita mengenai perjalanan liburan awal tahun 2013 kemaren, sebagai perjalanan ke luar kota yang kedua dengan Suzuki Ertiga, untuk perjalanan yang pertama waktu mudik lebaran kemaren ke kampung saya di Batang Jawa Tengah.
Saya sengaja mengambil liburan di awal tahun, karena kalo pas natal pasti puncak orang berlibur, jadi saya memutuskan untuk mengambil cuti pas awal tahun karena kebetulan anak dan istri masih libur juga.
Saya start dari Pondok Gede Bekasi tanggal 1 Januari 2013 jam 06.00 pagi, dan seperti perkiraan saya bahwa sehabis tahun baruan pasti jalan sepi banget dan ternyata benar, jalan masih relatif sepi. Kondisi indikator bensin menunjukkan seperempat, jadi saya tidak mengisi bahan bakar pada dari Jakarta. Toll Cikampek juga relatif lancar, karena saya sampai keluar toll Cikampek masih jam 7 kurang, dengan kecepatan berkisar 120-140 km/jam. Saya memutuskan mengambil Jalur pantura karena pasti jalanan juga relatif sepi.
Saya memasuki Toll Kanci Cirebon jam 09.00, jadi dari Pondok Gede-Jakarta hanya ditempuh dengan waktu 3 jam, dan nggak nyangka itu suatu rekor bagi saya dari Jakarta-Cirebon ditempuh hanya 3 jam, kemudian dilanjut ke toll Pejagan dan keluar di Pejagan/Brebes jam 10an. Kita sempat mampir dulu di Pom Bensin MURI untuk ke kamar kecil dan mengisi bensin kendaraan, posisi indikator menunjukkan strip ke tiga dan saya isi full dengan bensin subsidi sebesar Rp. 170 ribu.

Mampir Soto Pekalongan

Kemudian kita melanjutkan perjalanan dan sempat mengalami kemacetan sedikit di Lingkar Luar Pemalang yang sedang ada pekerjaan Jembatan. Dan kita memasuki kota Pekalongan sekitar jam 11.30, karena pas jam makan siang, istri ngajakin makan soto Pekalongan di PPIP tidak jauh dari hotel Nirwana Pekalongan. Kita tiba di rumah orang tua di Batang sekitar jam setengah satu.
Setelah menginap sehari di rumah ortu, saya mengajak jalan-jalan keluarga ke saudara di Jepara, kita berangkat dari Batang sekitar jam 09.00. Sekitar jam 11 an kita sampai di Masjid Demak, karena mendekati waktu dhuhur maka kita beristirahat sejenak di masjid untuk menunaikan sholat dhuhur dan melihat-lihat museum dan kompleks Masjid Demak. eh ketemu juga sama saudara pemilik Ertiga di Depan Masjid Demak.
Selepas sholat dhuhur, kita melanjutkan ke Kota Jepara tepatnya ke Perumahan dosen Undip di daerah teluk Awur Jepara. Kita sampai di  sana sekitar jam 2an, karena kondisi hujan selepas dari Demak. Sehabis disuguhi masakan sea food rumahan oleh Bulek saya, kita melanjutkan ke Pantai Kartini atau Kura-kura Ocean Park, di mana di situ ada bangunan berbentuk kura-kura raksasa dan di dalamnya ada semacam akuarium-akuarium. Selepas dari Pantai Kartini kita lanjut ke pantai Bandengan, akan tetapi kita menikmati pantai hanya dari dalam mobil karena kondisi hujan terus menerus.
Sebenarnya masih banyak Obyek wisata yang lain di Jepara yang layak dikunjungi, seperti museum Kartini, Benteng VOC, Benteng Portugis dan tentu wisata ke Kepulauan Karimun Jawa. anak saya sebenarnya pengen diajak nyebrang ke Karimun, tapi karena situasi cuaca yang belum memungkinkan, jadi untuk ke Kepulauan Karimun sementara ditunda menunggu waktu yang pas.
Together in JeparaDi Jepara juga lagi musim durian yang lumayan enak rasanya, kemudian yang hobby dengan ukuran bisa hunting barang kerajinan dari ukiran dan furnitur. Saya baru tahu banyak obyek karena saya sempat mampir ke kantor teman SMA saya yang kebetulan bekerja di dinas Pariwisata Jepara. Mungkin lain kali kita ingin lebih menikmati obyek wisata di Jepara dan Karimun. Sebelum jalan ke Kudus, saya sempat ketemu salah satu Member ERCI yang jika di FB terkenal dengan julukan Bakul duren dari Jepara, yaitu om Sutarno yang keseharian beliau mengajar di SMA Pecangaan Jepara. R3-007
Keesokan harinya kita berangkat ke Kudus untuk wisata belanja ke Pasar Kliwon, karena ibu saya minta ke sana hehehe, dari Kudus lanjut ke Semarang ke Pasar Johar. Sehabis ke Pasar Johar, tidak lupa beli lumpia Semarang di Jalan Pandanaran. Di Semarang saya juga sempat ketemu member ERCI Semarang om Puji, yang rela turun dari kantor di Jatingaleh untuk ketemu saya di Pasar Johar
R3-008
Bagi yang mau ke Semarang, sebaiknya menghindari Kalibanteng karena disana sedang ada Pekerjaaan Jembatan Layang.
Selepas maghrib kita berangkat dari Semarang dan berhenti untuk makan malam dan sholat di RM. Sampurna Mangkang. Ketika mau pulang ke Batang, saya mengisi bensin lagi full sebesar Rp. 170 ribu di SPBU jalan lingkar Weleri dan sampai di Batang jam 9 malam.
Kita pulang ke Jakarta pada hari Sabtu sekitar jam 11.00 berangkat dari Batang dan sampai di rumah Bekasi jam setengah 8 malam. Jalanan juga relatif lancar, hanya ada kemacetan di Pemalang. Dari Batang-Bekasi saya tidak mengisi bensin lagi, karena sudah mengisi waktu sepulang dari Jepara. Jalan Pantura seperti biasa msh byk juga jalan yang rusak. Demikian laporan perjalanan Mudik ke Batang dan jalan-jalan ke Demak-Jepara-Kudus kira-kira2 sejauh 1200 km. Sesampai di Bekasi km ertiga saya ternyata sudah tembus 20.009 km, dan hari Senin kemaren saya service ke BIT BSD menghabiskan Rp. 800 ribu untuk ganti, oli (mesin dan transmisi), busi dan spooring balancing.
menurut saya Ertiga sebagai varian baru dari Suzuki menawarkan kenyamanan dan efisiensi dalam berkendara…kok jadi iklan ya…terbukti sepanjang jalan saya sudah banyak ketemu Ertiga di jalan.

Review Head Unit Skeleton D319G

Fenomena Mobil MPV keluaran Suzuki Ertiga memang masih saja berlanjut, setelah banyaknya calon pembeli yang rela untuk indent mendapatkan Suzuki Ertiga walau harus menunggu kisaran waktu hingga 3-4 bulan, tergantung dari tipe dan warna.

Perangkat Audio Suzuki Ertiga terbilang cukup baik,  Head Unit yang berbentuk Double DIN dilengkapi fasilitas Radio, CD Audio/MP3 Player, USB Connection yang dapat membaca USB Flash disk ataupun iPod. Suara lumayan cukup bagus, terlebih di seri GX yang merupakan seri tertinggi sudah dilengkapi dengan Tweeter menjadikan Head Unit Ertiga menjadi teman yang mengasyikan dalam berkendara.

Akan tetapi keinginan untuk mengupgrade Head Unit bawaan menjadi sebuah In Car Entertainment telah diakomodasi oleh beberapa vendor di sektor Mobile Multimedia, salah satunya oleh PT.Gobig Alca Nessa A yang terkenal dengan produk Skeleton yang merupakan salah satu pemain di bidang Car Audio Sistem. Skeleton mengeluarkan dua buah produk  Head Unit dengan Seri SKT D319 dan SKT D319G  yang dikhususkan untuk Suzuki Ertiga. Perbedaan pada kedua produk itu adalah bahwa seri D319G telah dilengkapi dengan GPS Navigasi menggunakan Software IGO Primo Myway original.

Kali ini saya akan menulis review singkat Head Unit Skeleton untuk seri D319G, adapun spesifikasi adalah sebagai berikut :

– 7 ” TFT LCD monitor Resolusi 800×480 pixel
– DVD,CD Audio, mp3, mp4
– Mini Usb and MiniSD card Port
– Plug and play
– Super anti shocking
– Bluetooh/A2DP
– Built in radio (AM/FM)
– Built in Analog TV tuner
– 2 ch Video output
– 1 Ch Audio Output
– 1 Ch Video input for Support rear view camera
– 1 ch Video/Audio input
– Front rear audio-in
– Subwoffer Output
– iPOD ready
– Steering wheel control learning
– USB port di console tetap berfungsi.
– Virtual Disc (untuk mengcopy CD Audio) Kapasitas 1 GB, bisa 10 CD audio tercopy.
– Microphone
– Remote Control
– GPS
– Softbutton

–   Kompas berfungsi baik saat kendaraan berjalan dan ada penunjuk Arah Kiblat

Secara garis besar Head Unit SKT D319G yang dijual dengan harga sekitar 3.8 juta ini menawarkan peningkatan kemampuan pada Head Unit Ertiga, dengan menghadirkan TV dan Video Player, kemudian adanya penambahan fasilitas memory sehingga berbagai format penyimpanan dapat diakomodasi. Dari segi suara juga tidak berbeda jauh dengan Head unit Original. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal tentu dapat ditambahkan subwoofer atau power amp.

Berikut beberapa foto dari Menu yang terdapat pada Head Unit SKT D319G :

Starter Menu

Home Screen-1

Main Menu-1

Main Menu-2

Selain main menu di atas juga terdapat alternatif Main menu :

Alternatif Main Menu-1

Alternatif Main Menu-2

Fasilitas yang paling umum dan sering digunakan dalam Head Unit adalah radio dimana  kita dapat mendengarkan obrolan yang interaktif dan adanya informasi yang bisa didapat misalnya berita atau info lalu lintas melalu radio .  Head Unit ini bisa menerima menerima saluran AM dan FM, dengan 2 mode AM (AM1-AM2) dan 3 Mode FM (FM1-FM2-FM3). Dimana pada setiap mode tersebut dapat disimpan 6 saluran favorit. Kita juga dapat melakukan scanning secara automatis atau memasukkan input frekuensi radio yang diinginkan secara manual. Berikut menu dari mode Radio :

Radio Mode

Input Frek Radio Menu

Radio Display

Fasilitas TV juga terdapat pada Head Unit ini walaupun tuner yang digunakan masih menggunakan tuner TV analog, penerimaan TV pada head unit ini tergantung pada lokasi penerimaan dan penempatan Antena penerima. Kali ini penulis menggunakan Indoor Active antena dari Skeleton.

TV Mode

List TV Channel

Indoor Active Antenna

Fasilitas DVD atau CD Audio juga terdapat dapat Head unit ini :

Disc Mode

Playing Audio CD

Adanya fasilitas Bluetooth juga menambah kenyamanan dan keamanan dalam berkendara, kita dapat menerima atau menelpon dari  dapat langsung melalui head unit tersebut dengan terlebih dahulu melakukan pairing dengan handphone yang telah dipairing. Melalui menu bluetooth juga kita dapat melakukan streaming audio dari file musik yang tersimpan di dalam handphone tersebut. Import Phonebook juga dapat dilakukan ke dalam head Unit tersebut. Untuk melakukan pairing, kita aktifkan dan search dulu dari headphone, setelah terdetect “HMIA5”, pilih device tersebut dan ketika diminta memasukkan passcode, isi dengan “0000”.

Bluetooth Mode

Import Phone Book

Bluetooth Audio Streaming

Salah satu fasilitas lagi adalah adanya Virtual disk yang terdiri dari 10 Virtual Disk. Melalui virtual disk ini kita dapat menyalin CD audio ke dalam Head Unit. Jadi setelah CD Audio tercopy, kita dapat melepas CD Audio tersebut dari Head unit dan kita dapat menikmati file audio tersebut yang telah tersimpan ke dalam head unit. Apabila kita sudah bosan dengan isi Virtual disk tersebut kita juga dapat menghapus file tersebut untuk digantikan dengan CD Audio yang lain.

Virtual CD Mode

Untuk fitur output dan input, Head unit ini menawarkan 1 video/audio output (biasanya buat stream ke Head Rest monitor), 1 video output (stream ke head reast), 1 Video/audio Input bisa digunakan untuk source video misalnya Tuner Digital, dan 1 Video input yang digunakan untuk rear camera.

Bagian  Belakang HU

Sedangkan untuk port memory, Head unit ini menyediakan port iPod, MicroSD port , Micro USB port dan satu lagi port USB original di dashboard Ertiga yang dapat difungsikan. Head unit ini juga kompatibel dengan steering control Suzuki Ertiga, jadi kita dapat mengontrol Head Unit dengan Steering Control pada Suzuki Ertiga.

Mini USB Port & Audio Input

MicroSD (Map) & MicroSD (Data)

iPod Mode

USB Mode

MicroSD Mode

Untuk Pengaturan Head Unit dapat diatur dari Menu Setting, dimana dari menu tersebut dapat diatur GPS, Video, Audio, Time, Calibration, Steer, General dan Port.

Setting Menu-1

Setting Menu-2

GPS Setting Menu

Video  Setting Menu

Audio  Setting Menu

Time  Setting Menu

Steer  Setting Menu

General Setting menu

COM Port Setting

Dengan melakukan pengaturan pada Menu Steer, maka steer control Suzuki Ertiga dapat digunakan untuk mengontrol head unit dari kemudi Ertiga.

Tampilan Wallpaper pun dapat diubah dengan foto yang kita inginkan, sehingga tampilan head Unit kita bisa berbeda dengan yang lain. Ukuran File yang digunakan adalah file image BMP dengan ukuran resolusi 800×480 pixel. Bahkan rekan di ERCI sudah ada yang merubah wallpapernya dengan logo Ertiga Club Indonesia.

Wallpaper Setting Menu

ERCI on Skeleton Head Unit (Courtessy : Om Anca)

Untuk Software navigasi digunakan IGO Primo MyWay original, File peta tentu saja bisa diupdate melalui website di sini. Berikut penampakan Software IGO di Head Unit Ertiga :

Starting IGO Map

IGO Home Screen

Ready to Navigate

Search Menu

Rute Menu

Other Menu-1

Other Menu-2

GPS Antenna

Video Demo Skeleton D319D (Courtessy : Skeleton)

Demikian review singkat mengenai Head Unit SKT-D319D dari Skeleton, sebagai salah satu head unit after market untuk Suzuki Ertiga. Karena masih ada juga pemasok seperti Symbion dan Caska yang mempunyai produk sejenis, tentu masing-masing mempunyai mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pilihan ada di tangan anda, dan semoga review singkat ini bisa memberi gambaran mengenai produk Skeleton D319D.

Nampang dulu ah..hheheheh

Bagi yang berminat atau penasaran dengan produk ini dapat mencoba secara langsung dengan mengunjungi Stand Skeleton pada pameran IIMS dari tanggal 20-30 September 2012 di Hall SP2, JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat, siapa tahu ada diskon harga selama masa pameran.

Berkunjung ke Bengkel Fiat Arie BSD

Bermula dari sebuah SMS yang mampir ke HP saya dan tidak ada namanya yang berarti pengirimnya belum ada di daftar konta saya  yang bunyinya : “Maaf pak sy mo memperkenalak diri, sy arie mknk fiat jbln uno pd cabe. Skr sy bk bkl kusus fiat d serpong”. Ternyata teman-teman di dunia perfiatan juga menerima sms yang sama dari no tersebut. Setelah ada konfirmasi dari beberapa rekan yang mengirim sms tersebut adalah seseorang yang bernama Arie, seorang mekanik khusus Fiat yang dulu pernah bekerja di tempat Mas Panjank Didit alias di Uno Pondok Cabe. Mas Didit sendiri membenarkan bahwa Arie ingin mandiri dan sekarang membuka bengkel sendiri di kawasan Serpong.

Kebetulan siang ini karena ada waktu luang, saya dan teman kantor yang kebetulan pemakai Fiat Uno dan kenal juga dengan Arie menyempatkan untuk berkunjung ke bengkel Fiat baru tersebut. Karena jalan tersebut memang jalur saya pulang kantor, memang saya sering melihat sebuah iklan dipinggir jalan yang menyatakan Bengkel Spesialis Fiat. Dan ternyata bengkel tersebut memang kepunyaan Arie.

Lokasi bengkel tersebut gampang dijangkau, letaknya di samping sekolah SMP. Jika kita dari arah toll Jorr setelah kompleks Delatinos, setelah autobridal Serpong, ada pertigaan jalan msuk ke Sekolah SMP. Sesampai di depan SMP, kita terus saja sampai ada kebun terus saja sampai ketemu ada rumah dan halaman agak luas di situ. Tempatnya lumayan adem. Tadi saya disana ketemu Mas Bekti yang sedang mempersiapkanFiat  132  supaya bisa ikut jambore Fiat di Yogya Mei Mendatang dan seorang bapak yang punya Uno Putih yang tinggal di sekitaran  BSD juga. Beliau sedang merapikan bagian mesin Fiat Uno 2 nya yang kayaknya jarang mendapat sentuhan mekanik, karena terlihat di bagian engine sangat kotor sekali.

Bagi para Fiater yang tinggal di sekitaran Serpong atau Bintaro, bisa sekali-kali mampir ke bengkel Arie tersebut karena tentu lebih dekat dan tempatnya yang lumayan adem bisa buat tempat nongkrong para Fiater di kawasan tersebut. Untuk kontak person Arie dapat dihubungi di No HP :  083899124494. Dengan bukanya Bengkel Arie tersebut menambah deretan mekanik yang rela untuk terjun di dunia mobil yang langka di Indonesia ini.

Selamat atas dibukanya bengkel Arie, semoga tambah maju, tetap berinovasi dan amanah dan tentu tidak melupakan jasa Uno Pondok Cabe yang telah mendidiknya menjadi seorang mekanik Fiat.

Koordinat Bengkel Arie : -6.31934, 106.67804