Pelanggaran Prosedur yang Berakibat Fatal

Kata Prosedur menurut Wikipedia berarti serangkaian aksi yang spesifik, tindakan atau operasi yang harus dijalankan atau dieksekusi dengan cara yang sama agar selalu memperoleh hasil yang sama dari keadaan yang sama. Jika kita melihat kejadian meledaknya bom berupa buku di Komunitas Utan Kayu yang menyebabkan putusnya tangan Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan. Tindakan sang Kasat Reskrim tentu dalam hal ini bisa dibilang menyalahi prosedur penanganan teror Bom, karena Kepolisian sudah memiliki Team Gegana yang dikhususkan menangani teror bom. Team Gegana memiliki personel dan peralatan yang sudah biasa menangani berbagai teror bom di Indonesia.

Mungkin karena ingin menyelidiki dan mengamankan wilayah tugasnya sehingga dengan sangat berani Kasat Reskrim membuka sendiri bom berupa buku tersebut tanpa peralatan pelindung satupun. Dan ketika pemicu bom itu tersentuh, tak pelak bom buku tersebut meledakkan tangan Kasat Reskrim dan melukai 6 orang lainnya. Mengapa Kasat Reskrim tidak mau menunggu Team Gegana yang menangani bom tersebut. Peristiwa itu tentu diusut oleh Propam mengenai tindakan berani yang dilakukan oleh Kasat Reskrim tersebut. Prosedur penanganan bom tentu sudah disusun oleh Kepolisian untuk menangani segala kejadian yang menyangkut teror bom. Peristiwa ini tentu bisa menjadi catatan tersendiri bagi Kepolisian, bahwa pelanggaran sebuah prosedur tentu akan menyebabkan konsekuensi yang ditanggung oleh sang pelanggar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s