Pertarungan Pabrikan Korea di Android Entry Level

Beberapa waktu lalu Samsung Indonesia meluncurkan android untuk entry level yang diberi Nama Samsung Galaxy Mini S5570 yang diluncurkan pada tanggal 19 Februari 2011 bertempat di eX entertainment X’nter dan dibandrol dengan harga cuma Rp. 1,3 juta dengan syarat membawa kartu pelajar.  Sedangkan harga normal sekarang kira-kira Rp. 1,6 jutaan dibundling dengan Kartu Telkom Flash dengan biaya bulanan Rp. 50 ribu.

 

Tidak mau kalah dengan rekan senegaranya, LG pun turun mengeluarkan android untuk entry levelnya dengan nama LG Optimus Me atau LG P350. Ponsel android LG ini mulai dipasarkan pada tanggal 26 Maret 2011 bertempat di Mall Taman Anggrek. Pada penjualan perdana ini LG menunai sukses karena berhasil menjual 100o unit android yang telah disiapkan, karena LG menyiapkan 800 Optimus Me seharga hanya Rp. 999.000 perunit hanya untuk pembelian dengan Kartu Kredit BNO dan 200 unit sisanya dihargai Rp. 1,25 juta untuk pembelian tunai.

Baik Samsung Galaxy Mini maupun LG Optimus Me memang merupakan hp yang dibuat untuk entry level dan sasarannya memang bagi para pengguna yang coba beralih ke android. Adapun spesifikasi kedua hp tersebut hampir mirip. Untuk Display Samsung Galaxy Mini mempunyai Screen yang lebih lebar yaitu 3,1 inch (260×380 piksel), sedangkan Optimus Me layarnya 2.8 inch (240 x 320 piksel) akan tetapi keduanya mempunyai kesamaan yaitu Tipe Layarnya TFT Multitouch 256 warna. Prosessor pun sama yaitu 600 Mhz dan ram 256 MB. Camera pun mempunyai kemampuan yang sama yaitu 3.15 Mpixel. Fasilitas lain seperti accelerometer, GPS, WIFI dan bluetooth tersedia pada kedua hp tersebut. Untuk OS kedua hp tersebut sudah menyematkan OS Android Froyo 2.2

Jadi bagi yang ingin merasakan hp rasa android bisa mencoba kedua hp dari pabrikan korea tersebut. Mengenai mana yang lebih baik tentu selera masing-masing karena kedua tersebut dibekali dengan android froyo yang tentu mempunyai kemampuan yang sama.

Iklan

Paul Baran, Salah Satu Arsitek Internet Meninggal Dunia

Internet yang sudah sangat berkembang saat ini tidak akan terjadi tanpa adanya orang-orang yang merancang dan mendesain jaringan dalam skala luas. Salah satu perancang sistem jaringan packet switching adalah Paul Baran yang dulu bekerja di Rand Corporation. Paul Baran merancang sistem internet bersama dengan Donald Davies dan Leonard Kleinrock. Paul Baran baru saja meninggal dunia pada tanggal 26/3/2011 di usia 84 tahun.

Paul Baran lahir di Grodno Polandia pada 29 April 1929. Pada umur 2 tahun dia pindah ke amerika bersama orang tuanya. Beliau memperoleh gelar B.S Elektrical Engineering dari Universitas Drexel pada tahun 1949. Kemudian bergabung dengan Eckert-Mauchly Computer Company sebagai teknisi pada Univac I computer.

Dia memperoleh gelar MSC pada Universitas UCLA pada tahun 1959 dan langsung bergabung di RAND Corporation, dimana dia mulai mengembangkan konsep paket switching untuk membuat jaringan network yang baik. di RAND dia menulis 13 set volume Laporan yang mendefinisikan secara rinci semua jaringan nasional untuk layanan suara dan data digital. RAND Corporation merupakan perusahaan yang mengembangkan ARPANET.

Dia telah menulis lebih dari 150 makalah dan 40 paten. Di antarameraih  penghargaan dari IEEE Alexander Graham Bell Medal pada tahun 1990 untuk karyanya pada packet switching, dan Institut Franklin Bower Award dan Hadiah di Bidang Science pada tahun 2001.

Selamat Jalan Bapak Jacub Rais, Bapak Geodesi Indonesia

Bagi orang yang mengeluti profesi/dunia survey dan pemetaan atau geomatika pasti tidak asing lagi dengan sosok yang bernama Prof Jacub Rais. Dialah yang meletakkan sendi-sendi ilmu Geodesi dan Geomatika di Indonesia. Sosok seorang surveyor sejati sampai akhir hayatnya masih mengabdikan diri pada ilmu geodesi. Sang Maestro Geodesi itu tadi siang 28/3/2011 pukul 12.30  telah berpulang ke rahmatullah di kediaman beliau di Jalan Kemang Utara 2C No 4. Rencana beliau akan dimakamkan di TPU Karet hari Selasa 29/3/2011 pukul 09.00 berangkat dari kediaman beliau.

Prof Jacub Rais dilahirkan di Sabang pada tanggal 18 Juni 1928 merupakan seorang Guru Besar Emeritus ITB. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Bakosurtanal periode 1984-1994. Beliaulah juga yang merintis Pendidikan Geodesi di ITB dan UGM. Bahkan di masa senjanya pun beliau masih aktif di Geodesi dan Geomatika.

Bagi yang tertarik membaca autobiografi Pak Jacub Rais dapat dibaca pada : http://www.iagditb.net/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=43&Itemid=53

Selamat jalan Prof. Jacub Rais, Jasamu di bidang Geodesi dan Geomatika tidak akan bisa kamu lupakan, Semoga Beliau diampuni segala dosanya dan  Tenang di Sisi Sang Pencipta amiin..

Hasil GP Australia Formula One Seri Pembuka

Pembalap Red Bull Renault Sebastian Vettel ternyata pada seri pertama GP Australia Formula One yang telah diselenggarakan di Sirkuit Albert Park Australia hari Minggu 27/03/2011 siang tadi. Sebastian Vettel yang start dari Pole position sangat dominan di seri kali ini, Lewis Hamilton yang di barisan kedua pun tidak dapat menyusul pembalap dari Team Red Bul Renault tersebut. Hamilton sempat memimpin itupun karena Vettel masih melakukan pit stop, tetapi ketika Hamilton gantian pit stop, maka posisi pertama pun jatuh lagi ke tangan Vettel.

Hasil lengkap dari Ajang Formula One Seri GP Australia adalah :

1.  Vettel             Red Bull-Renault           1h29:30.259
2.  Hamilton      McLaren-Mercedes           +    22.297
3.  Petrov           Renault                    +    30.560
4.  Alonso          Ferrari                    +    31.772
5.  Webber        Red Bull-Renault           +    38.171
6.  Button          McLaren-Mercedes           +    54.300
7.  Perez             Sauber-Ferrari             +  1:05.800
8.  Kobayashi    Sauber-Ferrari             +  1:16.800
9.  Massa           Ferrari                    +  1:25.100
10.  Buemi         Toro Rosso-Ferrari         +     1 lap
11.  Sutil             Force India-Mercedes       +     1 lap
12.  Di Resta      Force India-Mercedes       +     1 lap
13.  Alguersuari   Toro Rosso-Ferrari         +     1 lap
14.  Heidfeld      Renault                    +     1 lap
15.  Trulli            Lotus-Renault              +    2 laps
16.  D’Ambrosio    Virgin-Cosworth            +    3 laps

Tidak Finis

Glock              Virgin-Cosworth           Lap   50
Barrichello   Williams-Cosworth       Lap  49
Rosberg          Mercedes                         Lap  22
Kovalainen    Lotus-Renault                Lap  19
Schumacher   Mercedes                        Lap  19
Maldonado     Williams-Cosworth     Lap  10
Liuzzi                HRT-Cosworth              Lap   1
Karthikeyan   HRT-Cosworth              Lap   1

Tipe-Tipe Baterai Blackberry

Bagi pengguna Blackberry, mungkin sering bingung dengan seri battery yang digunakan pada Blackberrynya. Berikut beberapa seri Battery untuk Blackberry :

¤ C-M2, 900mah, bb 81xx / 82xx

¤ C-S2, 1150mah, bb 83xx / 87xx / 85xx / 9300

¤ C-X2, 1400mah, bb 88xx

 

¤ C-H2 (Extended), 1800mah, bb 87xx / 83xx

¤ D-X1, 1400mah, bb 89xx / 95xx / 9630 / 9650

 

¤ M-S1, 1500mah, bb 9000 / 97xx

¤ F-M1, 1150mah, bb 91xx / 9670


¤ F-S1, 1270mah, bb 9800

* C-S2 bisa digunakan di 8100, tetapi  tidak di 88xx

Blackberry pun Tergiur Merasakan Nikmatnya Android

Ternyata banyaknya aplikasi yang berbasis android dan pesatnya perkembangan Handset android rupanya cukup membuat tergiur  RIM untuk dapat menjalankan aplikasi android tersebut pada Blackberry Playbook. Setelah terdengar isyu bahwa Blackberry Playbook akan dapat menjalankan aplikasi android terjawab dengan Press Release yang dikeluarkan oleh RIM pada 24/3/2011 di Ontario Canada. Nantinya Blackberry Playbook akan dapat menjalankan aplikasi android dengan menggunakan Optional App Player”.

Nantinya akan ada sebuah “high degree of API compatibility” yang akan membuat mudah bagi para developer android untuk secara cepat memporting aplikasi yang mereka kembangkan ke dalam Playbook meskipun demikan aplikasi tersebut tetap harus diupload dan di akses dari BlackBerry App World. Setelah didowload downloaded, applikasi akan berjalan melalui “app players.”

Dampak dari kolaborasi RIM dan android ini tentu disambut gembira oleh para fans android dan blackberry. RIM memang jago dalam urusan messaging dan chat, sedangkan android maju dari segi hiburan. Kebersamaan ini tentu akan membawa suatu persaingan yang lebih seru untuk menjegal iPad. Dengan aplikasi 200 ribu dari android tentu akan membuat Blackberry Playbook sebagai sesuatu yang menarik. Pihak Google juga sepertinya menyambut gembira dengan bergabung Blackberry Playbook yang akhirnya mengadopsi juga aplikasi yang ada di android.

Berikut Press Release yang dikeluarkan oleh RIM terkait dengan Pengembangan Ekosistem dari Blackberry Playbook :

RIM Expands Application Ecosystem for BlackBerry PlayBook
Research in Motion

RIMM | 3/24/2011 4:51:13 PM
– BlackBerry PlayBook to support BlackBerry Java and Android apps
– Native C/C++ development support added, in addition to HTML5, Flash and AIR support
– Support from leading game engines: Ideaworks Labs (AirPlay) and Unity Technologies (Unity 3)
– BlackBerry PlayBook becomes a new market opportunity for all the developers who have already created over 25,000 BlackBerry Java apps and more than 200,000 Android apps

WATERLOO, ONTARIO, Mar 24, 2011 (Marketwire via COMTEX News Network) –

Developers wanting to bring their new and existing apps to the highly anticipated BlackBerry(R) PlayBook(TM) tablet will soon have additional tools and options to enhance and expand their commercial opportunities. Research In Motion (RIM) (NASDAQ:RIMM)(TSX:RIM) today announced plans to greatly expand the application ecosystem for the BlackBerry PlayBook. The BlackBerry PlayBook is scheduled to launch in the U.S. and Canada on April 19.

RIM will launch two optional “app players” that provide an application run-time environment for BlackBerry Java(R) apps and Android v2.3 apps. These new app players will allow users to download BlackBerry Java apps and Android apps from BlackBerry App World and run them on their BlackBerry PlayBook.

In addition, RIM will shortly release the native SDK for the BlackBerry PlayBook enabling C/C++ application development on the BlackBerry(R) Tablet OS. For game-specific developers, RIM is also announcing that it has gained support from two leading game development tooling companies, allowing developers to use the cross-platform game engines from Ideaworks Labs and Unity Technologies to bring their games to the BlackBerry PlayBook.

Support for BlackBerry Java and Android Apps

“The BlackBerry PlayBook is an amazing tablet. The power that we have embedded creates one of the most compelling app experiences available in a mobile computing device today,” said Mike Lazaridis, President and Co-CEO at Research In Motion. “The upcoming addition of BlackBerry Java and Android apps for the BlackBerry PlayBook on BlackBerry App World will provide our users with an even greater choice of apps and will also showcase the versatility of the platform.”

Developers currently building for the BlackBerry or Android platforms will be able to quickly and easily port their apps to run on the BlackBerry Tablet OS thanks to a high degree of API compatibility. The new optional app players will be available for download from BlackBerry App World and will be placed in a secure “sandbox” on the BlackBerry PlayBook where the BlackBerry Java or Android apps can be run.

Developers will simply repackage, code sign and submit their BlackBerry Java and Android apps to BlackBerry App World. Once approved, the apps will be distributed through BlackBerry App World, providing a new opportunity for many developers to reach BlackBerry PlayBook users. Users will be able to download both the app players and the BlackBerry Java and Android apps from BlackBerry App World.

The BlackBerry PlayBook and BlackBerry Tablet OS are built on the QNX(R) Neutrino(R) microkernel architecture with a 1GHz dual core processor and a leading OpenGL solution, which allows RIM to make this incredibly broad platform support possible.

BlackBerry PlayBook users and developers who are interested in seeing the new app players for BlackBerry Java and Android apps can see demos at BlackBerry World in Orlando, Florida (May 3 to 5, 2011) (www.blackberryworld.com).

BlackBerry Tablet OS Development Tools

The BlackBerry Tablet OS already supports an incredibly robust platform with support for Web development standard HTML5, through the BlackBerry(R) WebWorks(TM) SDK for Tablet OS, and Adobe(R) AIR(R), through the BlackBerry Tablet OS SDK for Adobe AIR. The BlackBerry Tablet OS is built from the ground up to run WebKit and Adobe(R) Flash(R) as well, giving developers a fast and true Web experience to leverage.

RIM is also announcing today that the BlackBerry Tablet OS Native Development Kit (NDK), which is currently in limited alpha release, will go into open Beta by this summer and be demonstrated at BlackBerry World. The BlackBerry Tablet OS NDK will allow developers to build high-performance, multi-threaded, native C/C++ applications with industry standard GNU toolchains. Developers can create advanced 2D and 3D applications and special effects by leveraging programmable shaders available in hardware-accelerated OpenGL ES 2.0.

Other features of the BlackBerry Tablet OS NDK will allow developers to:

– Take advantage of the QNX POSIX library support and C/C++ compliance for
quick and easy application porting and for creating native extensions
for both BlackBerry and Android applications
– Easily integrate device events like gesture swipes and touch screen
inputs
– Integrate the BlackBerry Tablet OS environment into existing code
management and build systems using industry standard Eclipse CDT (C/C++
Development Tools)
– Leverage work done in standard C/C++ to make it easier to bring
applications to the BlackBerry Tablet OS
– Find and fix bugs quickly with provided debug and analysis tools

“The response to the BlackBerry PlayBook from the developer community has been exceptional. Our commitment to supporting HTML5 and Adobe AIR development has resonated and spurred developers to create fun and innovative applications for BlackBerry PlayBook users,” said David Yach, Chief Technology Officer, Software at Research In Motion. “The upcoming BlackBerry Tablet OS NDK beta will add C/C++ tools to our repertoire and gives developers one of the broadest and deepest platforms to develop on.”

Gaming Engines

Building on the power of the BlackBerry Tablet OS NDK, RIM is working with leading gaming and application development technology providers such as Ideaworks Labs and Unity Technologies to implement their native engines and application development platforms. Developers will be able to take advantage of these engines when building games and other applications for the BlackBerry PlayBook.

The Ideaworks Labs Airplay SDK is expected to include support for the BlackBerry Tablet OS soon, making it easy for publishers and developers to use their existing code to bring their games and apps to the BlackBerry PlayBook.

“Supporting a new OS can be a challenge for developers,” says Alex Caccia, President of Ideaworks Labs, “however, integration of the BlackBerry Tablet OS with the Airplay SDK makes this a non-issue. We think this is a far-sighted move by RIM: the BlackBerry PlayBook is a great device for games and applications, and combining this with content distribution via BlackBerry App World brings an exciting new ecosystem for developers.”

RIM has also been working closely with Unity Technologies, providers of the highly popular, multi-platform Unity development platform and Union, the firm’s games distribution service. Through Union, dozens of high-quality Unity-authored games are slated to make their way to BlackBerry App World for the BlackBerry Playbook.

“With a sharp focus on the multimedia experience, very powerful hardware, and fantastic games in the pipeline, the BlackBerry Playbook has all the right ingredients to be a mainstream hit,” said Brett Seyler, GM of Union at Unity Technologies. “Through Union, Unity developers have an opportunity to reach a new audience and grow with another great new platform.”

Availability

The new app players for the BlackBerry PlayBook are expected to be available from BlackBerry App World this summer. More information and demonstrations of the new app players will be shared at BlackBerry World. The BlackBerry Tablet OS NDK will be available in beta later this year and will also be showcased at BlackBerry World.

Useful Links

For more information on the BlackBerry Tablet OS and BlackBerry PlayBook developing, visit http://us.blackberry.com/developers/tablet/

To see the BlackBerry Tablet OS in action running conceptual applications from The Astonishing Tribe, please visit http://www.youtube.com/blackberry#p/c/8D8C3A23664E6761/5/uH7NKhNyygw and http://www.youtube.com/blackberry#p/c/8D8C3A23664E6761/0/mWJG-sB7H4Y.

For RIM insights into developing for the BlackBerry Platform, visit http://devblog.blackberry.com or follow @BlackBerryDev on Twitter.

Visit the BlackBerry Developer Zone at http://www.blackberry.com/developers for the latest news, information and updates for BlackBerry developers.

Visit the BlackBerry Developer Video Library at http://www.blackberry.com/go/developervideolibrary to view a variety of instructional videos.

Sign up for the BlackBerry Developer Newsletter at http://na.blackberry.com/eng/developers/resources/newsletter.jsp.

For the latest news and information about the BlackBerry Developer Conference visit http://www.blackberrydeveloperconference.com.

 

Jalan Aneh di Depan Green Park Jatiwarna

Bagi yang sering jalan diseputaran daerah Jatiwarna, pasti tidak asing lagi dengan jalan aneh di depan kompleks Green Park Jatiwarna Pondok Melati Bekasi. Di depan Komplek yang cukup elit tersebut terdapat jalan yang masih belum dicor dan bentuknya sudah seperti kubangan. Jalan tersebut memang dari dulu bermasalah sepertinya jalan tersebut belum dibebaskan sehingga masih belum dicor. Karena jalan tersebut berada tepat di depan gerbang Green Park maka pemakai jalan memanfaatkan jalannya punya Green Park untuk melewati jalan tersebut.

Akan tetapi sekarang Komplek Green Park membangun pagar pembatas, sehingga pemakai jalan tidak dapat memakai lagi jalannya punya Green Park. Jadi pemakai jalan hanya memanfaatkan  jalan yang sempit (tepatnya diatas selokan) disamping jalan yang belum dibebaskan tersebut. Kondisi sekarang malah lebih menyempit lagi karena hanya bisa dilalui satu mobil secara bergantian. Walaupun sekarang jalan tersebut harusnya satu arah akan tetapi peraturan tersebut masih sering dilanggar karena masih ada yang memanfaatkan jalan tersebut menjadi dua arah.

Belum tahu kita harus komplain pada siapa mengenai jalan yang belum dibebaskan tersebut. Di satu sisi pihak Green Park membatasi jalannya dengan pagar besi karena memang itu tanah milik Green Park, tetapi disisi lain para pengguna jalan umum juga merasa dirugikan karena jalannya menjadi menyempit di apit oleh Pagar Green Park dan jalan yang belum dibebaskan tersebut. Mungkin pihak Pengelolal toll yang harus membayar ganti rugi tanah tersebut, karena jalan tersebut merupakan jalan disamping toll yang dulunya memang jalan biasa. Bagaimanapun juga para pemakai jalan merasa tidak nyaman dengan pembangunan pagar besi Green Park tersebut.