Siapa sosok Imanda Amalia ?

Kepergian sosok Imanda Amalia ternyata sampai saat ini masih simpang siur. Menurut pemberitaan beberapa media di tanah air, bahwa kemaren seorang WNI yang bernama Imanda Amalia turut menjadi korban di konflik Mesir. Dari BBM yang diterima oleh rekan di tanah air bahwa ambulance yang sedang digunakan untuk mengevakuasi sedang terkepung dan ditembaki. Dan berita terakhir yang saya terima di milis rumus-bb, yang kebetulan dia ikut sebagai member mengabarkan bahwa Amanda ikut akhirnya meninggal dunia. Jenazahnya sendiri akan diterbangkan ke Pearth Australia untuk dimakamkan di tanah kelahirannya. Imanda Amalia sendiri sebenarnya adalah keturunan Indonesia, lahir di Australia dan memegang passport Australia. Dia bergabung dengan UNRWA ( United Nations Relief and Work Agency) suatu badan milik PBB yang menangani pengungsi mirip dengan UNHCR tapi khusus untuk Palestina.

Tapi anehnya berita terbaru malah mengabarkan bahwa tidak ada staf UNRWA yang bernama Imanda Amalia bahkan website Science of Universe yang pertama kali mengabarkan kematian Imanda Amalia pun ikut mengkoreksi bahwa tidak ada staf nya yang meninggal di Mesir. Kemungkinan terbesar ialah bahwa pihak keluarga tidak mau menjadikan berita ini sebagai berita besar dan tidak mau di ekspos ke media.

Imanda Amalia sendiri bergabung di milis rumus pada bulan Juli 2010. Dia selalu mengirim email mengenai situasi dan kondisi mengenai kondisi pengungsian di Jalur Gaza. Salah satu emailnya yang menceritakan mengenai kondisi Camp Pengungsi UNRWA pada tanggal 19-7-2010 :

“UNRWA atau United Nations Relief and Works Agency adalah badan resmi dbawah bendera United Nations yang bertanggung jawab terhadap para pengungsi Palestina untuk memberikan semua keperluan yg dbutuhkan oleh mereka, mulai pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan.

Bekerja untuk Pengungsi yang berada d dalam Palestine (Gaza Strip) sendiri maupun yg berada d tempat pengungsian d luar Palestina. D luar Palestine UNRWA bekerja untuk pengungsi yang berada d Lebanon, Jordania , Syria dan West Bank.

UNRWA yang berada d Gaza bertanggung jawab terhadap 8 titik pengungsian yang tsebar d jalur Gaza.

Beach Refugee Camp,
Pengungsian ke 3 tbesar yang dkenal dgn nama “Shati” berada d pantai mediterania d kota Gaza, tepat d utara dermaga. Menampung ± 23rb pengungsi pada awalnya dan terus membengkak hingga saat ini bjumlah ± 80rb orang. Memiliki 29 sekolahan yg bgilir 2x dan menjadi salah satu pusat distribusi makanan karna posisinya yg sangat strategis. Shati juga menjadi salah satu pusat kesehatan UNRWA.

Bureij,
Pengungsian yg relatif kecil terletak diantara kamp Mughazi dan Nuseirat. Populasi pengungsi d kamp Bureij saat ini ± 31 rb orang, dengan 11 buah sekolah.

Dar Al Balah,
Merupakan kamp pengungsi terkecil d jalur Gaza, memiliki perkebunan kurma yg hasilnya melimpah. Sebagian besar pengungsi yg menetap dsini berasal dari desa² Palestina tenga dan selatan. Tenda² penampungan kemudian dganti dengan bangunan semi permanen yg tbuat dari lumpur dan bata dan sekarang dperbaiki dgn struktur semen blok. Terdapat ± 20rb pengungsi d areal ini dengan 9 sekolah, dan menjadi salah satu pusat distribusi makanan bersama dgn kamp Mughazi.

Jabaliya,
Merupakan kamp pengungsian tbesar yang tletak d utara kota Gaza. Pasca perang Arab – Israel thn 1948 tdapat 35rb pengungsi menetap dsana. Saat ini ± 108rb pengungsi tdaftar d UNRWA yang tinggal d wilayah yg luasnya hanya 1,4 km persegi saja. Hal ini menimbulkan masalah kepadatan penduduk yang cukup memprihatinkan. Memiliki 37 sekolah yang tsebar d Beit Lahia, Beit Hanoun, dan Beit Hanoun Izbet.

Khan Yunes,
Terletak ±2 km dari pantai mediterania dsebelah utara Rafah. Pusat perdagangan utama kota Gaza. Menjadi rumah bagi ±68rb pengungsi. Sebagian besar berasal dari sheva be’er. Memiliki 43 sekolah dan menjadi salah satu pusat distribusi makanan.

Mughazi,
Letaknya berada dpusat jalur Gaza dselatan kamp Bureij. Merupakan kamp kecil baik dalam ukuran maupun populasi saat awal d dirikan. Ciri kamp pengungsian ini berupa gang² sempit dengan kepadatan penduduk yang tinggi saat ini. Daerah dengan 0,6 km persegi ini ddiami oleh ±24rb pengungsi dengan 7 sekolah.

Nuseirat,
Sebuah kamp yang paling sibuk dan ramai, menjadi rumah bagi ±60rb pengungsi. Memiliki 17 sekolah. Berada d tengah jalur Gaza dekat kamp Bureij dan Mughazi

Rafah,
Berbatasan dengan Mesir, Rafah berada d bagian selatan Gaza. Pada tahun 1949 menjadi kamp yang paling padat penduduknya diantara kedelapan lain kamp yg ada d Gaza. D Tel El-Sultan dbangun proyek perumahan untuk menampung pengungsi d tempat itu. Saat ini terdapat ±99rb pengungsi yg terdaftar d UNRWA. Dan memiliki 34 sekolah.

Masalah utama yang ada dpengungsian saat ini adalah jumlah pengangguran yang tinggi, kepadatan penduduk dan kurangnya perumahan. Akibat dari Blokade terhadap Gaza penduduk kesulitan mendapatkan air minum dan listrik. Pemeliharaan dan pembangunan kembali infrastruktur menjadi terkendala karena adanya larangan impor bahan bangunan.

Grüße,
imanda amalia™
Leben ist die Freigabe für die anderen “

Sedangkan email yang terakhir dikirim ke milis rumus-bb adalah pada tanggal 15-1-2011, ketika dia mendoakan istri dari seorang member yang akan melakukan operasi sesar, itulah email postingan terakhir dari Amanda.

Siapapun sosok Imanda Amanda bagi member rumus-bb, adalah teman bagi kami di milis rumus-bb yang selalu mengabarkan kondisi di Jalur Gaza. Kita selalu berkaca-kaca apabila membaca tulisan email dari Amanda, yang menggambarkan kesedihan di kamp pengungsian Gaza. Apabila memang Imanda Amalia telah dipanggil oleh Sang Khalik ke haribaannya, kita doakan semoga Amanda mendapat tempat yang layak di sisi Allah dan mendapatkan gelar syahidah..amiin…

Selamat jalan Imanda Amalia….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s