Dan Rezim Tunisia itupun Tumbang

Inilah peringatan bagi para pemimpin negara di dunia yang masih memerintah negaranya dengan tidak adil dan penuh korupsi dalam pemerintahannya siap-siap saja untuk ditumbangkan. Seperti yang terjadi di Negara Tunisia, Negara Arab Islam berpenduduk 10.4 juta ini,  terletak di kawasan Afrika Utara ini telah terjadi penggulingan Pemerintahan berkuasa  yang  yang dipimpin oleh Presiden Zine  El Abidine Ben Ali. Presiden Ben Ali telah berkuasa di Tunisia selama 23 tahun atau sejak 7 November 1987.

Aksi unjuk rasa yang diberi Nama Revolusi Bunga Melati  memprotes kebijakan Presiden Ben Ali telah berlangsung hampir sebulan. Mereka memprotes pemerintahan yang diwarnai korupsi, tingginya angka pengangguran dan naiknya harga-harga kebutuhan pokok di Tunisia. Pihak aparat pun tidak tinggal diam, mereka bertindak keras hingga korban tewas di kalangan para demostran mencapai 66 orang. Akan tetapi aksi warga pun makin meluas berkat seruan dukungan lewat jejaring sosial facebook dan pesan singkat sms diantara warga. Bahkan aksi warga Tunisia inipun didukung oleh Jaringan Al Qaeda melalui video yang dikirim dalam forum jihad.

Akhirnya pada hari Jumat (14/1/2011) Presiden Ben Ali pun mundur dari jabatannya dan melarikan diri ke Kota Jeddah Arab Saudi. Pemerintahan sementara sekarang dipegang oleh Ketua Parlemen Foued Mebazaa, yang telah dilantik oleh Dewan Konstitusional Tunisia yang bertugas mengambil alih tugas-tugas kepresidenan. Presiden akan dipilih oleh rakyat setelah 60 hari setelah presiden interim ditunjuk.

Hal ini juga mengingatkan pada peristiwa yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998, dimana aksi para demonstrans yang terdiri dari para mahasiswa menggulingkan pemerintahan Soeharto yang telah berkuasa selama 32 tahun. Aksi penggulingan ini juga dipicu oleh adanya krisis multidimensi dan pemerintahan yang korup.

Penggulingan kekuasaan di Tunisia ini adalah yang pertama kalinya di dunia Arab. Hal ini juga bisa menjadi peringatan bagi para diktator terutama di Arab, seperti Presiden Husni Mubarak yang merupakan penguasa terlama di Mesir. Bagaimanapun juga memegang kekuasaan terlalu lama akan mewujudkan sikap diktator, korupsi, kolusi, nepotisme dan cenderung kurang memperhatikan kesejateraan rakyatnya. Oleh karena itu perlu ada pembatasan kekuasaan di setiap Negara yang berazaskan demokrasi rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s