Topeng Monyet Tengah Jalan

image

Bagi kita topeng monyet mungkin adalah sesuatu yang biasa. Topeng monyet adalah sebuah pertunjukan dilakukan dengan seekor monyet yang diberi berbagai benda untuk melakukan berbagai atraksi dengan diiringi oleh iringan gamelan. Kadang si monyet beraksi layaknya belanja ke pasar, naik motor, bawa payung dan masih banyak atraksi lain. Pertunjukan topeng monyet ini biasanya dilakukan keliling kampung dan banyak anak-anak yg suka akan pertunjukan ini termasuk anak-anak saya. Jika ada topeng monyet anak-anak langsung berlarian mengejar untuk melihatnya, sambil meminta sedikit uang untuk upah si monyet setelah melakukan atraksi.

Tapi bagi pengendara kendaraan di jakarta, sekarang pasti tidak asing juga dengan keberadaan topeng monyet di pinggir bahkan kadang di tengah jalan, seperti yang saya lihat tadi siang di jalan di sekitaran lampu merah Lebak Bulus Jakarta Selatan. Sang pemilik dan monyet berada di tengah jalan di sela-sela kendaraan yang sedang menghadapi kemacetan akibat lampu merah. Monyet tersebut memakai sebuah topeng dari boneka sehingga kadang menyerupai seorang anak kecil. Sebagian pemilik kendaraan memberi sedikit uang pada para pemilik monyet tersebut. Entah kasihan sama monyetnya atau sama sang pemilik monyet itu.

Sebagai pemakai jalan keberadaan para topeng monyet itu mungkin agak menganggu, karena berada di tengah jalan. Ada juga yang dipinggir jalan tapi itu juga kadang mengganggu konsentrasi.  Apakah ada pihak yang peduli pada keberadaan topeng monyet ini. Bagaimanapun juga monyet-monyet ini dieksplorasi untuk mencari uang bagi pemiliknya. Monyet-monyet tersebut tampak kurus, karena mungkin mereka tidak diberi makan sebagaimana mestinya dan tidak berada di habitatnya. Belum lagi asap dari kendaraan bermotor tentu membahayakan pernafasan monyet tersebut. Jika komisi perlindungan anak ada, harusnya untuk hewan perlu juga di bentuk organisasi perlindungan hewan, atau jangan-jangan sudah ada tapi saya belum tahu keberadaan badan atau organisasi tersebut, yang saya tahu  LSM yang menangani  lingkungan cuma WWF.

Mestinya harus ada solusi untuk dapat menyelesaikan masalah topeng monyet ini. Meskipun topeng monyet pinggir jalan ini bukan pengemis, tapi mereka menerima uang dari pengendara kendaraan. Dan mereka tentu tidak terima disebut sebagai pengemis. Membimbing dan Menyalurkan mereka ke tempat yang semestinya seperti di kebun binatang maupun tempat rekreasi tentu akan lebih baik. Bagaimanapun juga melatih seekor binatang adalah sebuah keahlian, tinggal pihak-pihak terkait yang harus peduli akan masalah ini. Dan semoga budaya topeng monyet ini dapat terus ada dan anak-anak kita dapat ceria menyaksikan atraksinya, tanpa mengorbankan kepentingan di jalan raya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s