Resahnya Calon Jamaah haji Jawa Barat Tahun 2008

Menunaikan Ibadah Haji Ke tanah suci adalah dambaan setiap muslim di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Terbukti dengan selalu penuhnya antrian calon jamaah haji yang akan menunaikan rukun islam yang ke 5 ini. Calon jamaah haji yang akan berangkat diharuskan menyetor terlebih dahulu uang sejumlah 20 juta untuk mendapatkan jatah kursi untuk menunaikan ibadah haji. Apabila calon jamaah telah menyetorkan uang tersebut otomatis sudah terdaftar dalam waiting list untuk menunaikan ibadah Haji.

Akan tetapi pada tahun 2008 ini, jamaah haji asal Provinsi sedang resah, walaupun mereka sudah menyetorkan uang 20 juta, tidak menjamin kepastian keberangkatan mereka ke tanah suci. Hal tersebut dikarenakan akan diberlakukan sistem kuota per kabupaten atau kota yang katanya akan ditandatangani oleh Gubernur Jawa barat selaku Ketua Penyelenggara haji di tingkat Propinsi Jawa Barat. Pemprov Jabar menetapkan pemberlakuan kuota haji kabupaten/kota Tahun 1429 / 2008 melalui SK Gubernur Jabar nomor 451.14/Kep.283.Yansos/2008 tertanggal 30 Mei Jumat. Sebagai contoh calon jamaah haji asal Kota Bekasi tahun ini diperkirakan berjumlah 8000 an orang, apabila jadi diberlakukan peraturan tersebut, maka kuota Kota Bekasi hanya berkisar 1700an orang. Demikian juga dengan Kota seperti Bandung, Depok dan Bogor. Sedangkan kuota asal kabupatan malah bertambah, padahal peminat haji di kabupaten relatif lebih rendah, walaupun penduduknya lebih banyak daripada kota.

Hal ini tentu akan menyebabkan jamaah yang sudah terdaftar pada siskohat menjadi resah akan keberangkatan mereka ke tanah suci. Bahkan jamaah haji dari Kota Depok, Bogor dan Bekasi telah mendatangani DPRD Jawa Barat untuk meminta penundaan pelaksanaan peraturan Kuota berdasarkan kuota perkabupaten/kota tersebut. Peraturan tersebut diharapkan diberlakukan tidak pada calon jamaah haji tahun 2008 ini akan tetapi diberlakukan 2-3 tahun ke depan, sembari membedahi sistem pendaftaran haji.

Gubernur Jawa Barat juga seharusnya tidak  mengeluarkan peraturan yang berkaitan dengan orang banyak karena beliau akan mengakhiri masa jabatannya. Janganlah mendholimi jamaah dengan sistem yang dibuat, karena sistem pendaftaran terdahulu, mereka yang menetapkan. Semoga pemimpin kita bisa memutuskan masalah dengan prinsip kebenaran dan keadilan, amien…

Iklan

13 responses to “Resahnya Calon Jamaah haji Jawa Barat Tahun 2008

  1. ya Allah…
    aku rindu…
    ber Hajji impianku…

    berilah kekuatan, kemampuan & kemudahan pada saudara2 kami untuk mengurusnya.

    A m i n …

  2. Mantan Gub Jabar tidak ngerti…dalam masa demisioner tidak boleh tandatangan hal-hal yang berpotensi pertentangan hukum dikemudian hari…seperti meninggalkan PR untuk Gubernur Baru Terpilih 2008…Masak tinggal 13 hari kalender masih tandatangan ? Marah same Bekasi & Depok yg lebih memilih Hade ya..? Malu dong..!!

  3. iya
    orang tua saya saja sangat resah
    karena kalau di tunda dari segi biaya pun akan terus mengalami kenaikan

    tolong gubernur yang baru
    di tindak lanjuti msalah ini

  4. Semoga orang tua bapak Achmad dapat menunaikan ibadah haji tahun ini. amien…

    ya..kita berdoa saja semoga peraturan tersebut tidak jadi diberlakukan tahun ini..amien…

  5. kuota yang paling bagus itu bukan kabupaten/kota maupun propinsi, tapi sekaligus NASIONAL. Siapapun dan dari manapun berhak untuk naik haji duluan sesuai dengan kemampuan dan urutan yang dimiliki. Kuota Kab/Kota malah akan menambah masalah baru.

  6. ibu mertua saya ketika daftar hajji bulan April 2008 diberikan informasi oleh petugas depag depok ibu berangkat tahun 2010, bulan juli 2008 ketika saya dan istri saya daftar hajji petugas bapak dan ibu berangkat tahun 2013 dan mertua saya dengan peraturan baru berangkatnya tahun 2011. betapa kecewanya ibu mertua saya. harus menunggu 4 tahun lagi padahal usianya udah lanjut. kami berharap peraturan baru itu jangan diberlakukan tahun ini

  7. harusnya kuota yg ditetapkan bukan berdasarkan jumlah penduduk tp berdasarkan income perkapita utk masing2 daerah tk II krn pergi haji harus mampu secara ekonomi…

  8. keputusan telah ditetapkan dan diumumkan ke publik.membatalkannyapun akan membuat keresahan baru bagi 18 kabupaten yang lain,bahkan akan menuai reaksi yang lebih hebat lagi mengingat mayoritas kabupaten lain diuntungkan. kesalahan mungkin telah dibuat gubernur lama, walaupun ada benarnya juga bahwasanya aturan tersebut sepserti yang telah ditetapkan pemerintah saudi arabia.yang terpenting,jangan sampai membuat kesalahan yang kesekian kalinya dengan membatalkan sk gubernur tanpa melihat aspek2 yang lain.mari kita tidak menanggapinya secara emosional, karena tujuan kita semua beribadah.apaun yang terjadi adalah kehendak allah,bersabarlah dan tawakal. sesungguhnya allah bersama orang sabar dan tawakal

  9. salam, tdk ada yang salah dng sk gubernur, hanya terlambat keluar saja, hal itu untuk keadilan. Kalau harus menyebutkan sedikit salah adalah para pelaku “bisnis” di kbih, yang ternyata selama ini (khususnya di bekasi) selalu “mengajarkan” jamaah calon haji (jch) untuk berbuat curang dengan membuat ktp “aspal” dari luar bekasi untuk masuk bekasi yang artinya “menyerobot” hak2 kabupaten lain sekitar bekasi ( dijawa barat), hal itu telah pernah diungkap oleh kanwil depag jabar, bahwa jch bekasi terindikaasi memasulkan alamat bekasi, agar bs masuk kuota bekasi (pdhl dari jakarta dan sekitarnya)dan itu bisa terjadi karena “ulah” orang2 bpih, tujuannya agar bisa dapat “bimbingan jch” yang banyak, itu namanya ibadah dibisniskan iyakan….? Ya iya lah…… (ingat) ustadz ba’asyir pernah “dipersalahkan” hanya karena memalsukan ktp, memalsukan ktp adalah tindak pidana, masak sich mau berhaji harus pakai yang palsu2 segala, maaf dan maaf wassalam

  10. tolong buatkan daftar nama nama jamaah haji bandung tahun 2010 secara lengkap ……terima kasih………….secepatnya saya tunggu…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s