Sepakbola Rusuh (lagi)

Baru saja kemaren ditulis, eh..akhirnya kejadian juga. Sepakbola Indonesia memang kurang lengkap kalau tanpa aksi anarkhis. Pada pertandingan delapan besar di group A antara Persiwa vs Arema Malang kemarin, terjadi aksi pemukulan terhadap wasit dan pengerusakan fasilitas stadion Kediri sehingga pertandingan dihentikan di menit ke 70. Aksi ini dipicu karena tidak puas para supporter dengan kepemimpinan wasit karena wasit telah dua kali menganulir gol dari Arema Malang ke gawang Persiwa Wamena.

Bahkan aksi pengerusakan meluas sampai di luar stadion, dimana para suporter melakukan pengerusakan rumah di sekitar stadion. Dengan adanya peristiwa ini akhirnya pertandingan di Group A dialihkan ke Kota Sidoarjo. Sungguh peristiwa yang memprihatinkan bagi dunia sepakbola kita.

Inilah salah satu dampak buruk dengan adanya sistem 8 besar, semua supporter berkumpul dalam satu kota, yang rawan terjadi benturan. Mengapa PSSI tidak menganut kompetisi murni? seperti liga-liga lainnya di banyak negara. Karena dengan adanya kompetisi murni, kita tahu team mana yang benar-benar bagus mengelola team. Mungkin sudah saatnya sepakbola Indonesia mengalami seleksi alam. Team sepakbola harus sanggup membiayai dirinya sendiri, jangan hanya mengandalkan APBD yang tidak sanggup “go out”.

Lama-lama capek juga ya mikir sepak bola Indonesia…C spasi D…capek deh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s