Sepedaan Ke Bogor

Hari libur kemaren tepatnya tanggal 10 Januari 2008 atau bertepatan dengan  1 Muharram 1429 H. Saya dan teman-teman kantor yang tergabung dalam Penggemar Sepeda PND melakukan touring dengan sepeda Ke Bogor. Kegiatan ini kami lakukan untuk menyalurkan hobby kami dalam bersepeda serta untuk mencegah kebosanan dalam melakukan B2W ke kantor, karena sudah 2 bulanan ini kami rajin melakukan aktivitas bersepeda ke kantor, sehingga agar tidak bosan kita sepakat untuk melakukan aktivitas bersepeda diluar aktivitas B2W minimal 1 bulan sekali.

Untuk permulaan ini kami sepakat melakukan perjalanan ke Bogor. Memang untuk kali pertama ini kami memilih jalan aspal saja atau road. Di samping karena belum berani di jalur cross country atau all mountain apalagi downhill dan kesiapan baik fisik dan sepeda yang belum memadai, maka jalan raya bogor yang kita pilih untuk perjalanan perdana kali ini.

Perjalanan kali ini diikuti oleh 6 orang (Musa, Sumar, Rukyat, Pak Mantri, Imam (nyusul dari Cibinong) dan saya sendiri). Sebelum jalan bareng, Kita janjian untuk ngumpul dulu di halte depan Mall Cijantung jam 07.00. Saya berangkat dari rumah bareng Musa dan Sumar jam 06.15. Pada waktu mau berangkat dari rumah, Si rukyat sudah telpon mengabarkan bahwa dia  sudah sampai taman mini. maka kita buru-buru genjot menuju kesana.

Pas sampai di depan Halte Mall Cijantung, ternyata Rukyat dan Pak Mantri sudah standby di sana. Kita ngobrol sebentar sambil istirahat sejenak, lumayan dari rumah-ke cijantung Odometer sudah menunjuk 10 Km. Setelah berfoto session dan ambil duit di atm (kebetulan di belakang halte ada atm mandiri), maka dimulailah perjalanan ke Bogor. Pak Mantri juga tidak lupa makan telor dulu buat stamina genjot ke Bogor (belum sarapan kali he he he). Si Imam sudah telpon saja bahwa dia sudah sampai di Bogor ( Sorry men..nunggu lama ya di Bogor….)

Kita berangkat dari Mall Cijantung jam 07.15 di mulai pak Mantri, saya, baru nyusul sumar, rukyat dan Musa. Mungkin karena sepeda nya masih baru atau baru mulai melakukan aktivitas genjot, Pak Mantri agak keteteran dalam perjalanan. Kecepatan yang tercatat dalam cyclometer sepeda saya, kecepatan gowes Pak Mantri hanya berkisar 10 km/jam. Sumar dan Musa akhirnya menambah kecepatan hingga akhirnya tidak kelihatan lagi. Tinggal saya dan Rukyat akhirnya harus gantian nememi genjot pak Mantri. Sesekali narik lah, entar kalo sudah sampai jauh nungguin pak mantri lagi. ya lumayan lah..buat istirahat he he he…

Kita sampai di Maxim jam 08.45. Kebetulan Sumar sempat ketemu dengan dengan Bapak Mertuanya  yang lagi sepedaan juga. Kita berempat nungguin pak Mantri sambil istirahat. Karena ditungguin lama dan kita sudah khawatir, kita inisiatif untuk telpon pak mantri. ternyata pak Mantri nya lagi sarapan ha ha ha..(bener khan tadi belum sarapan). Musa dan Bapak Mertua Sumar akhirnya jalan duluan. Musa katanya juga mau sarapan di depan. Sumar kemudian nyusul genjot duluan.

Tak Berapa lama kemudian Pak Mantri muncul dan sambil nyengir, katanya dia sarapan dulu dan kakinya kram. Kita sudah saranin kalo nggak kuat naik taksi aja. Tapi pak mantri keukeuh, dia mau genjot aja walau pelan-pelan. Sambil istirahat sejenak, pak mantri menggunakan parem kocok buat mengobati kram di kakinya.

Setelah dirasa enak, kita melanjutkan perjalanan. Kita memasuki batas kabupatan Bogor Jam 09.00. Pas mau sampai jembatan layang Cibinong, saya nengok ke belakang, ternyata pak mantri sudah tidak keliatan lagi. Saya nunggu kira-kira hampir seperempat jam dan tidak nongol-nongol juga. akhirnya inisiatip berangkat lagi karena rukyat sudah ninggalin jauh di depan.

Jam 10.00 saya sudah memasuki gerbang Kota Bogor, pas habis lampu merah perempatan jalan baru, jalan tanjakan cukup jauh hingga membuat saya kehabisan nafas. ternyata rukyat masih ada di Belakang. Dia tadi istirahat minum juga. dan pas jam 10.30 kita sampai di samping kebun raya Bogor. Musa dan Sumar sampai jam 10an juga. dan ketemu imam di sana.

Setelah istirahat dan berdiskusi mau menuju ke restoran mana setelah habis genjot. maka kita putuskan akhirnya menuju ke tempat makan Bakul-Bakul yang menyediakan menu tradisional. Tapi sebelum itu kita nungguin dulu pak mantri yang belum sampai juga. Setelah ditelpon ternyata Pak Mantri masih gowes juga. syukurlah nggak terjadi apa-apa sama pak mantri. Akhirnya kita putuskan nunggu pak mantri sambil makan di Bakul-bakul.

Waktu mulai Genjot ke Bakul-bakul Pak Komar telpon, mau konfirmasi bahwa kita jadi atau tidak ke Gunung Pancar, katanya disana sudah disediakan kambing guling, tapi maaf pak Komar, kita tidak jadi ke Gunung Pancar, mungkin lain kali kita khususkan ke Gunung Pancar. Pas genjot menuju ke Bakul-bakul saya sempat kehabisan nafas, entah karena kecapekan atau memang karena belum makan nasiMana musa milih jalan muter lagi di toll, harusnya khan bisa muter aja..wong sepeda ini he he he… Jadi saya sempat ketinggalan dengan rombongan. Pas nyusul ternyata saya jalannya sudah nyasar jauh. harusnya Ramayana belok Kiri eh..saya bablas saja. Akhirnya musa nyusul saya dan bilang bahwa saya sudah kebablasan. akhirnya puter balik dan nyusul rombongan. Sampailah kita di tempat makan Bakul-Bakul pas adzan Dhuhur.

Sebenarnya kita menuju Bakul-bakul karena katanya ada menu nasi timbelnya. Ternyata pas sampai sana akhirnya saya mesen sate marangi dan sayur asem.  Sumar dan Rukyat pesen nasi goreng. Imam pesen ayam srundeng dan musa pesen oseng-oseng. Semua pada pesen minum dobel, karena memang lagi kehausan karena cuaca lagi panas banget. Sembari nunggu makanan tersaji, kita masih telpon pak Mantri suruh nyusul ke Bakul-bakul. akan tetapi sampai makanan dan minuman yang tersaji ludes kita santap, pak mantri belum nongol juga. Setelah menyelesaikan masalah administrasi di Kasir akhirnya kita mau ngaso sambil sholat dhuhur di mesjid Raya Bogor sekalian nungguin pak Mantri.

eh..pas kita mau nyebrang jalan dan mau masuk masjid raya Bogor, munculah pak mantri sambil nuntun sepedanya. Salute for Pak Mantri. Sampai juga dia Ke Bogor dengan naik sepeda. Kemudian kita istirahat sambil ngobrol di teras masjid raya sambi gantian sholat dhuhur.

Sehabis sholat kita pisah dengan pak Mantri..”kapan-kapan genjot lagi ya..pak…”. Dia mau melanjutkan pulang ke rumah dan kita mau pulang juga tapi sekalian mampir dulu beli roti unyil dan Ke Kebun Raya Bogor. Setelah beli roti unyil, meluncurlah kita ke Kebun Raya Bogor. Karena sepeda tidak diperbolehkan memasuki kebun raya, akhirnya kita cuma berfoto aja di depan gerbang Kebon Raya.

Karena cuaca mendung dan mau turun hujan, kita percepat perjalanan pulang dan tepat jam 15.00 kita meninggalkan Bogor. Perjalanan pulang agak cepat karena diuntungkan dengan jalan yang menurun. Sampai di Pertigaan yang mau ke arah pintu toll sentul, kita berhenti sambil nungguin Imam yang masih di belakang. Pas sudah keliatan, eh dia kok malah belok ke kanan.

Musa akhirnya nyusul imam, dan Imam kemudian jadi belok ke ke tempat kita dulu. Imam tadi katanya sempat kena spion motor dan hampir kena angkot yang berhenti mendadak. Angkot di Bogor memang banyak banget dan kadang berhentinya yang sembarangan. Lain kali hati-hati ya mam…

Kemudian kita berempat misah dan Imam mau ke Bengkel sepeda dulu katanya. Pada waktu pulang, sumar, Rukyat dan Musa kayak balapan, mereka kenceng banget. Stamina masih bagus dan dibantu dengan jalanan yang menurun. Sedang saya keteteran tertinggal di belakang. Pulangnya kita berencana lewat Radar, akan tetapi karena Sumar kebablasan, akhirnya kita putuskan lewat jalan yang menuju ke Cibubur.

Kita sampai di Cibubur jam 17.00, berpisah dengan rukyat yang akan mampir ke tempat mertua. Bertiga kita menuju ke Pondok Gede melalui rute Kelapa Dua, Cilangkap, Sumir dan Hankam Raya. Jalannya lumayan berkelok-kelok dan banyak turunan juga. Kita akhirnya sampai di rumah jam 18.08 atau pas kumandang. Total jarak yang kita tempuh adalah 101 km. Jarak yang lumayan jauh bagi pemula…he he..he…Kita ngaso sebentar sambil minum Coffemix yang disediakan oleh istri saya. Sumar pulang ke rumah setelah sebelumnya sholat maghrib dulu di rumah.

Demikian sekelumit perjalanan sepedaan hari ini ke Bogor, Semoga perjalanan berikutnya makin banyak pengikutnya. Dan tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada : Allah SWT, atas perlindungan selama perjalanan, para istri dan anak atas ijinnya. dan doa teman-teman PND semua sehingga perjalanan ke Bogor ini tanpa halangan suatu apa. Buat Pak Mantri semoga nggak Kapok ya.. he he he..lain kali kita genjot bareng lagi…

Untuk Foto-foto bisa dilihat di Multiply kami…

Iklan

2 responses to “Sepedaan Ke Bogor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s