Ketika Tempe Tahu menjadi Barang Mewah

Beberapa hari di rumah sempat ngobrol sama istri dan pembantu yang bercerita bahwa harga tempe dan tahu sekarang menjadi mahal. Bahkan kemaren pembantu pulang dari pasar laporan bahwa tempe dan tahu sudah langka di pasar. Hal ini dipicu karena melonjaknya harga kedelai.

Harga keledai pada awal januari 2007 masih berkisar Rp. 3.450 per kilo dan pada awal tahun 2008 ini harga kedelai sudah mencapai harga Rp. 7.250 perkilo kenaikan yang hampir 100%. Sedangkan harga jual ke konsumen tidak pernah atau pedagang enggan menaikan harga tempe dan tahu. Oleh karena itu maka margin penjualan tempe tahu bahkan impas atau kadang tekor.

Hal itulah yang memicu Forum Komunikasi Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Kopti) melakukan mogok membuat tempe tahu selama 3 hari mulai senin ini (14 Jan 2008) sampai rabu (16 Jan 2008). Dan rencananya senin in juga akan melakukan aksi demo ke istana negara guna menuntut penurunan harga kedelai, menuntut pengadaan tata niaga kedelai dan pengusahaan swasembada kedelai.

Aksi mogok ini tentu akan menyusahkan para ibu-ibu rumah tangga dalam menyiapkan lauk pauk di rumah karena tahu tempe itu ibarat makanan pokok. Kalo makan tanpa ada tahu tempe itu rasanya ada yang kurang. Di samping murah meriah (dulu) kandungan gizi dan protein yang terkandung di dalam tahu tempe tersebut sangat banyak.

Bagi orang awam kayak saya mungkin tak habis pikir, kenapa negara kita yang subur makmur loh jinawi ini tidak bisa memproduksi kedelai ? apakah tanah di Indonesia tidak cocok ditanami kedelai ? Mungkin sudah saat nya pemerintah mengusahakan tata niaga maupun usaha-usaha untuk memproduksi kedelai seperti menyediakan benih-benih kedelai varietas unggul, penyuluhan tentang penanaman kedelai serta penyediaan pupuk yang murah.

Sangat kita sayangkan bahwa negara kita yang subur harus menjadi negara pengimpor beras dan kedelai. Sudah saatnya pemerintah memikirkan sektor pertanian, perkebunan dan perternakan. Sektor yang kayaknya dalam beberapa periode pemimpin setelah era reformasi kurang diperhatikan.

Iklan

2 responses to “Ketika Tempe Tahu menjadi Barang Mewah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s