Wingko Babat yang Aneh

Sebelum lebaran idul Adha kemarin, seperti biasa saya pulang ke Jakarta dari Cirebon dengan menggunakan Kereta Api Cirebon Ekpress. Tidak seperti biasanya tumben saya ingin  membawa oleh-oleh untuk dibawa ke rumah dan tidak tahu mengapa sore itu pilihan saya membeli Wingko Babat oleh-oleh khas semarang yang banyak dijajakan di Stasiun Cirebon

Kebetulan seorang pedagang wingko menawarkan dagangan kepada saya dengan harga 20 ribu perbungkus. Akhirnya setelah tawar-menawar, saya membeli 2 bungkus wingko dengan harga 32 ribu atau 16 ribu perbungkus.

Pada mulanya saya tidak ada pikiran jelek pada bungkusan wingko dengan merek HN. Haryanto tersebut tapi ketika sampai rumah dan istri membuka bungkusan wingko babat tersebut. Wingko yang saya kira isinya penuh, ternyata isinya cuma separuh.  Pinter banget tuh pedagang wingko membungkus daganganya. Caranya dua buah wingko diletakan diatas kerangka dari kardus, sehingga pas dibuka keliatan penuh wingkonya.

Tapi pas kedua buah wingko tadi diambil maka akan nampaklah kerangka dari kardus supaya bungkus wingko tersebut keliatan penuh.

Lalu ketika dibuka keseluruhan kardus tersebut nampaklah isi yang sesungguhnya dari wingko tersebut. Bungkusan tersebut cuma berisi 12 wingko.Wah pinter juga tuh pedagang membungkus dagangnya.

Setelah puas dengan membuka bungkusan luar, sekarang saya mencoba dengan rasa wingko babat. Dan rasanya tidak seperti wingko babat yang pernah saya beli di Semarang, rasanya agak kurang enak dan keras. Wingko ini bentuknya kecil-kecil dan banyak yang hitam-hitam alias gosong bin hangus karena membakarnya kelamaan.

Sungguh memprihatinkan memang sekarang, orang berdagang atau berusaha tapi ada unsur tipu-menipunya alias tidak jujur, pantas saja usaha mereka tidak akan berkah. Niat saya membeli oleh-oleh sebenarnya untuk membagi rejeki dengan para pedagang akan tetapi cara-cara mereka dalam menjalankan usahanya sungguh memprihatinkan. Istri sampai bilang nggak usah beli oleh-oleh lagi di stasiun.

Kata teman saya ada lagi trik dari penjual sale pisang di stasiun Cirebon. Nanti akan saya coba karena kebetulan entar sore pulang ke Jakarta.

One response to “Wingko Babat yang Aneh

  1. Saya sedikit komentar. mungkin dugaan istri anda benar tapi mungkin juga salah. saya pernah omong-omong dengan pengusaha tahu di kediri. dia bilang waktu dulu getuk pisang kediri yang bagus adalah dari terminal. tapi ada pengusaha nonpribumi yang kalah bersaing, maka dia buat dengan cara isinya sedikit tapi banyak bungkusnya sehingga tebal dn keras dan dijual lebih murah sehingga pedagang di terminal lebih suka mengambilnya. ketika konsumen kecewa maka mulai tidak mau beli dn bangkrutlah pengusaha aslinya. tu yang saya tahu. jadi memang ada yang sengaja menipu untuk keuntungan diri tapi ada juga yang untuk mematikan lawan bisnisnya. itulah bisnis kotor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s