Pelaksanaan Pilkada Walikota Bekasi pada tanggal 27 Januari 2008 lalu telah selesai dilaksanakan dan berjalan dengan lancar dan sukses. Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) adalah 1,168,785 orang.
Dari hasil perhitungan sementara KPUD Bekasi pada hari Senin 28 Januari 2008, pukul 13.00 masih menempatkan Pasangan Mochtar Muhammad dan Rahmat Effendi di urutan pertama dengan jumlah suara yang diraih 362.282 (50,5%). dari 761.809 suara yang telah masuk. Adapun hasil selengkapnya adalah sebagai berikut :
1. Awing-Ronny Hermawan : 56.231 (7,8%)
2. Mochtar Muhammad-Rachmat Effendu : 362.282 (50,5%)
3. Ahmad Saikhu-Kamaluddin : 298.296 (41,6%).
Di beberapa hari ke depan KPUD Bekasi akan mengumumkan hasil perhitungan tetap Pilkada Walikota Bekasi setelah semua suara dari TPS masuk ke KPUD Bekasi. Semoga hasil Pilkada ini dapat diterima oleh semua pihak, sehingga pemilihan ini dapat tetap berjalan dengan dengan aman dan damai. Bagaimanapun itu merupakan pemilihan yang dilakukan secara langsung oleh warga Kota Bekasi. Walaupun angka golongan yang tidak memilih lumayan banyak (ada sekitar 37%), tapi tidak mengurangi keabsahan Pilkada ini.
Saya dan keluarga tidak ikut berpartisipasi dalam pilkada karena kita tidak mendapat surat undangan untuk melakukan pemilihan, padahal saya dan istri memiliki KTP Bekasi dan sudah tinggal di wilayah Bekasi hampir 5 tahun, tapi nggak apalah, siapapun pemimpin Kota Bekasi, semoga bisa membuat Kota Bekasi lebih baik lagi. Aman, tentram, nggak macet, jalan bagus itulah dambaan kita sebagai warga Kota Bekasi.
Januari 29, 2008 at 12:13 pm
itu pasangan di usung ma sapa yng menang??
Januari 29, 2008 at 12:55 pm
Wah yang menang yang kemaren ngasih duit 200 rb buat nyoblos dia (no2)… Sah nggak ya… Lagian udah ketahuan kinerjanya kok ya masih bisa menang ya…
Januari 29, 2008 at 12:56 pm
Pasangan Murah di usung oleh Koalisi Gotong Royong yang diusung oleh Partai Golkar dan PDI-P.
Januari 29, 2008 at 1:54 pm
wah Pak Haji Awing rumahnya dideket kompleks gue tuh!! kalah ya??
Januari 29, 2008 at 2:07 pm
Mochtar itu yang kampanyenya sekolah dan kesehatan gratis bukan sih?
Januari 29, 2008 at 2:19 pm
ya..om..bener..Babeh M2
Januari 29, 2008 at 4:26 pm
Aku enggak nyoblos ! Abis enggak diundang !
Januari 29, 2008 at 4:31 pm
M2R janjinya Kesehatan & Pendidikan Gratis. Awas lho kalo bo’ong.
Januari 29, 2008 at 4:40 pm
sama dong ..om Joe Crab…
Januari 29, 2008 at 5:32 pm
wah… ternyata si suka masih kalah ya
Januari 29, 2008 at 6:16 pm
wah saya tinggal dibekasi
tapi kemarin didaftar aja ngak jadi mau nyoblos juga ngak bisa
dan satu rt ditempat saya ngak ada tuh yang didaftar
Januari 29, 2008 at 7:31 pm
Hoo.. mungkin yang gak milih karena gak pada terdaftar ya???
Januari 29, 2008 at 9:53 pm
Pasangan M2R tuh curang, bagi-bagi duwit dikomplek gw, terus juga diluar komplek gw. Kok gak sportif gitu ya…
Januari 30, 2008 at 7:52 am
memang banyak warga bekasi yang tidak mendapat surat panggilan untuk melakukan pencoblosan contohnya saya dan keluarga.
Mengenai politik uang di Indonesia memang susah dihilangkan karena orang milih biasanya ada tujuan tertentu, bukan menginginkan pemimpin yang baik.
Kalo saya sih ogah dikasih duit cuma buat noblos sang calon.
Januari 30, 2008 at 8:54 am
http://mbelgedez.com/2008/01/27/pilkada-bekasi/
Januari 30, 2008 at 1:37 pm
Wahhhh..polanya kok masih sama yah…banyak warga yang mempunyai hak pilih tapi (sengaja) tidak didaftarkan dalam Daftar Pemilih….
Januari 31, 2008 at 4:02 pm
Assalamu’alaikum….Innalillahi wa inna ilaihi roji’un……….
ternyata selain banyak kecurangan lewat KPUD kota bekasi yang g becus ngurusin daftar pemilih, ternyata pasangan murah / M2R melakukan black campaign u pasangan SUKA, gila bener…ustadz sysikhu yang ulama tawadhu bgitu di fitnah macem2… Ya Allah berikanlah hidayahMu pada mereka2 yang zolim….agar kembali kejalnMu yang lurus..
tapi emang dasarnya masyrkt bekasi bnyk yg masih bodoh,jdi bgitu dah milih pemimpinnya
Januari 31, 2008 at 7:14 pm
pola lama pun…
kalo diterapkan pada orang yang masih lama…
ya tetap ngefek kok
buktinya…
jakarta.. dan sekarang bekasi…
(ayo rame rame lewati Busway)
Februari 1, 2008 at 3:57 pm
Ass Semua,
Sudahlah jangan pernah berfikir pilkada adalah segalanya.. nggak juga tokoh yang anda agungkan kalapun dia menang akan menjadi dewa, banyak bang pengalaman sang ustadz ataupun ulama yang tadinya (maaf:)) bersikap tawadhu, terus udah jadi pejabat lupa diri, nggak usah disebutkan siapa orangnya.. biar nggak timbul fitnah.
PILKADA hanya sebuah momen untuk mempromosikan program, ibarat dagangan kita, kalo udah promosi dan berlabel bagus serta paling “steril” kalo memang ternyata harganya terlalu mahala atau memang daya beli masyarakatnya rendah, mau bilang apa ???
Yang harus dilakukan adalah, kalo memang sudah berjalan roda kepemimpinan, bantu dan awasi serta jangan malu memberi saran,
nah kalo dia KKN, atau berbuat dzolim baru di tegur, bahkan di Penjarakan kalo perlu.
dan Mas Gholic nggak perlu Ina lillah segala lah..
ente terlalu dini menghujat orang..
kalo emang rakyat percaya sama pilihan mereka, ya udah lah, kali aja dia berubah.. mas.
PILKADA hanya 1 dari sekian ribu cara untuk berjuang menegakkan syariat islam
banyak cara lain, kalo memang harus dengan “BOM Jiad” sudah siapkah anda menjadi relawan.
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Februari 2, 2008 at 8:58 am
Saya menulis reportase dengan topik yang sama yang menuai debat diantara para pendukung, hehehe…
Silakan disimak di blog Bekasi@MyCity : http://www.mycityblogging.com/bekasi
Februari 4, 2008 at 12:55 pm
Selamat dan Sukses atas kemenangan pasangan MURAH untuk menjadi Pemimpin Kota Bekasi yang baru..